LAMONGAN — Aktivitas kuliner di jalur lintas Utara, tepat di belakang Desa Sidorejo Keset, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Kawasan yang dulunya hanya menjadi jalur penghubung kini menjelma menjadi salah satu pusat kuliner yang ramai sepanjang hari. Tiga warung mencolok dengan jumlah pengunjung yang stabil dan menu yang menjadi perbincangan, yakni Nasgor Bang Iwan, Warung Kopi Pak Pauji, dan Penyetan Cak Dapit.
Nasgor Bang Iwan: 25 Kilo Habis Setiap Malam
Pada sore hari sehabis magrib, suasana paling terasa di lapak Nasgor Bang Iwan. Deru kendaraan lintas Utara seakan menyatu dengan aroma tumisan bumbu yang menguar dari wajan besar yang terus bekerja tanpa henti.
Setiap malam, lebih dari 25 kilogram nasi habis disajikan kepada pembeli. Angka tersebut bukan hanya menunjukkan tingginya minat pengunjung, namun sekaligus menjadi bukti bahwa cita rasa racikan Bang Iwan memiliki tempat tersendiri di lidah para pelanggan.
Nasi gorengnya dikenal memiliki paduan rasa gurih, pedas, dan wangi bumbu yang kuat. Tidak sedikit pelanggan yang datang dari desa lain hanya untuk mencicipinya, bahkan rela menunggu antrean panjang ketika order menumpuk.
Warung Kopi Pak Pauji: Rawon dan Kare Ayam Selalu Ludes
Sementara itu, sejak pagi hari, Warung Kopi Pak Pauji sudah menjadi pusat keramaian tersendiri. Pengunjung berdatangan mulai dari warga sekitar, pekerja, hingga pengendara jalur lintas Utara yang singgah untuk sarapan atau makan siang.
Menu andalan Pak Pauji—rawon daging, rawon balungan, dan kare ayam—setiap hari hampir dipastikan habis sebelum sore. Kuah rawon yang pekat, daging yang empuk, serta racikan bumbu khas rumahan membuat warung ini menjadi tujuan tetap bagi banyak pelanggan.
Selain itu, kopi racikan Pak Pauji juga menjadi favorit, membuat suasana warung selalu ramai dengan obrolan warga, aktivitas lalu-lalang pelanggan, hingga aroma masakan yang menggugah selera.
Penyetan Cak Dapit: Bebek dan Ayam Goreng “Mak Yos”
Saat sore menjelang malam, giliran Penyetan Cak Dapit yang menjadi titik keramaian baru di jalur ini. Sambal penyetnya dikenal kuat, pedas, namun tetap seimbang dan nikmat.
Menu seperti bebek goreng, ayam goreng, tempe, tahu, hingga lauk pelengkap lain tersaji dengan bumbu yang meresap. Banyak pelanggan menyebut penyetan di sini sebagai “Mak Yos”—istilah khas Lamongan untuk menggambarkan makanan yang benar-benar mantap dan menggugah selera.
Cak Dapit menjadi salah satu jujugan mereka yang mencari hidangan pedas dan gurih dengan cita rasa khas Lamongan. Banyak pengunjung mengakui, penyetannya memiliki karakter rasa kuat yang tidak mudah ditemukan di tempat lain.
Kawasan Kuliner yang Semakin Hidup
Ramainya tiga warung utama ini membuat kawasan Sidorejo Keset terus bergerak hidup dari pagi hingga malam. Lalu lintas jalur lintas Utara yang tak pernah sepi semakin mendukung keberadaan para pelaku kuliner. Suasana kawasan ini kian hari semakin padat dengan interaksi pembeli, aktivitas memasak, dan aroma masakan yang menjadi ciri khasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kawasan Sidorejo Keset bukan hanya menjadi tempat singgah semata, melainkan juga destinasi kuliner yang layak diperhitungkan di Kabupaten Lamongan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”





































































