Kurang tidur sering dianggap hal sepele bagi gen z saat ini, padahal dampaknya bisa jauh lebih besar dari sekadar rasa kantuk. Selain bikin tubuh lesu dan sulit fokus, kebiasaan tidur larut malam juga dapat mempercepat proses penuaan dini, terutama jika diiringi dengan penggunaan gadget berlebihan sebelum tidur.
Gen Z saat ini cenderung menganggap tidur larut malam sebagai sesuatu yang wajar, padahal kebiasaan tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Banyak anak muda memilih beraktivitas hingga malam hari dan mengganti waktu tidurnya pada siang hari. Aktivitas yang sering dilakukan antara lain menonton drama Korea, bermain gawai, atau menghabiskan waktu di coffee shop hingga larut malam, bahkan hingga menjelang pagi.
Penelitian dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (2024) menunjukkan bahwa paparan cahaya biru (blue light) dari layar ponsel, laptop, dan televisi dapat menembus lapisan kulit lebih dalam dibandingkan sinar ultraviolet. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mempercepat kerusakan kolagen dan elastin dua protein penting yang menjaga kulit tetap kencang dan elastis.
“Paparan blue light secara kumulatif bisa merusak struktur kolagen dan elastin, membuat kulit lebih cepat kehilangan kekenyalan,” ujar Randa Difla Pradana Maswan, peneliti bidang biologi yang mengkaji pengaruh sinar biru terhadap kulit wajah.
Paparan sinar biru juga diketahui menekan produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Itulah sebabnya, semakin lama seseorang menatap layar di malam hari, semakin sulit baginya untuk tidur nyenyak. Akibatnya, proses regenerasi sel kulit yang seharusnya aktif di malam hari menjadi terganggu.
Paparan sinar biru juga diketahui menekan produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Itulah sebabnya, semakin lama seseorang menatap layar di malam hari, semakin sulit baginya untuk tidur nyenyak. Akibatnya, proses regenerasi sel kulit yang seharusnya aktif di malam hari menjadi terganggu.
Untuk mencegahnya, pakar kesehatan kulit menyarankan agar Gen Z:
Membatasi waktu menatap layar sebelum tidur.
Mengaktifkan mode malam (night mode) pada perangkat elektronik.
Menggunakan pelembap dengan kandungan pelindung cahaya biru seperti iron oxide atau zinc oxide.
Tidur minimal 7–8 jam setiap malam agar proses regenerasi sel berjalan optimal.
Tidur cukup dan membatasi paparan gadget bukan hanya membuat tubuh terasa segar keesokan harinya, tetapi juga membantu menjaga kulit tetap muda dan sehat. Jadi, sebelum menyalahkan faktor usia, mungkin saatnya memperbaiki kebiasaan tidur malam ini.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































