Sidoarjo – SD Muhammadiyah 1 Candi (SD MICA) kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai perjuangan, karakter mulia, serta kecintaan terhadap sejarah bangsa. Pada Jumat, 14 November 2025, seluruh warga sekolah mulai dari siswa kelas 1–6, ustadz dan ustadzah, shadow teacher, hingga mahasiswa magang UMSIDA turut serta memeriahkan Pawai Sejarah dalam rangka Memperingati Hari Pahlawan sekaligus Milad Muhammadiyah ke-113. Dengan mengusung tema besar “Bergerak Melanjutkan Perjuangan, Membangun Karakter, Memajukan Kesejahteraan,” kegiatan ini menjadi momentum penting bagi SD MICA untuk meneguhkan kembali jati diri sebagai sekolah berkarakter Islami yang progresif.
Antusiasme Pagi Hari dan Semangat Laskar Mica
Sejak pagi, halaman sekolah telah dipenuhi semangat dan antusiasme para peserta. Para siswa, yang dikenal dengan sebutan Laskar MICA, tampil percaya diri dengan mengenakan kostum bertema pahlawan—khususnya Pahlawan Muslim, serta tokoh sentral Muhammadiyah yaitu K.H. Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah. Kehadiran mereka dalam balutan busana tokoh perjuangan tidak hanya memperindah jalannya pawai, tetapi juga memberi pesan kuat tentang pentingnya meneladani akhlak, keberanian, dan pemikiran para tokoh yang berperan besar dalam sejarah bangsa dan persyarikatan.

Apel Pembukaan dan Penegasan Nilai Perjuangan
Pawai dimulai dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh kepala sekolah. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi bagian dari pendidikan karakter yang menjadi ruh utama SD MICA. Menurutnya, melalui pawai bertema sejarah, siswa dapat merasakan suasana perjuangan secara lebih nyata dan memahami bahwa Indonesia hadir karena dedikasi dan kerja keras para pahlawan. Lebih dari itu, teladan dari K.H. Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus bergerak membawa perubahan positif di masa depan.

Pawai Menyusuri Lingkungan Sekolah
Setelah apel, barisan pawai bergerak menyusuri rute yang telah ditentukan di sekitar lingkungan sekolah. Siswa-siswa tampak berjalan tertib sambil membawa berbagai atribut seperti bendera merah putih, poster bertema perjuangan, hingga mini properti yang menggambarkan semangat kepahlawanan. Kehadiran para ustadz, ustadzah, dan shadow teacher yang turut mendampingi membuat suasana semakin hangat dan penuh kebersamaan. Tidak hanya itu, mahasiswa magang dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) juga ikut berpartisipasi aktif mengarahkan barisan, mendokumentasikan kegiatan, dan memberikan edukasi ringan kepada siswa sepanjang perjalanan.
Penampilan Ikonik Tokoh Muhammadiyah: Ahmad Dahlan & Nyai Walidah
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika beberapa siswa menampilkan gaya berbusana dan peran layaknya K.H. Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah. Dengan penuh percaya diri, mereka berjalan di depan barisan sambil memberikan salam kepada warga sekitar. Banyak masyarakat yang menyempatkan diri menonton dan mengapresiasi kegiatan ini. Kehadiran pawai sejarah tersebut seolah mengingatkan kembali bahwa nilai perjuangan, dakwah, dan pendidikan merupakan warisan yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

Penguatan Identitas Muhammadiyah dalam Diri Siswa
Selain mengenang jasa pahlawan, kegiatan ini juga menguatkan identitas Muhammadiyah dalam diri siswa. Peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 menjadi kesempatan bagi SD MICA untuk menanamkan nilai berkemajuan—bahwa menjadi generasi muda hari ini berarti siap melanjutkan perjuangan, membangun karakter, dan memberi manfaat bagi sesama. Para guru juga memberikan edukasi singkat mengenai perjalanan Muhammadiyah, kiprah K.H. Ahmad Dahlan dalam membangun sekolah, dan peran Nyai Walidah dalam pemberdayaan perempuan melalui Aisyiyah.
Doa Bersama dan Refleksi Makna Hari Pahlawan
Setibanya kembali di sekolah, kegiatan ditutup dengan doa bersama serta refleksi singkat mengenai makna Hari Pahlawan. Para siswa diajak merenungi bahwa pahlawan bukan hanya mereka yang berjuang memanggul senjata, tetapi juga mereka yang memberi manfaat melalui pendidikan, kebaikan, dan keteladanan. Semangat itu sejalan dengan profil pelajar yang ingin dibentuk oleh SD Muhammadiyah 1 Candi: cerdas, taat beragama, berkarakter, dan siap menjadi bagian dari masa depan bangsa.

Pawai Sejarah: Semangat Masa Depan
Melalui kegiatan Pawai Sejarah: Semangat Masa Depan, SD Muhammadiyah 1 Candi berharap seluruh siswa dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air, meneladani perjuangan tokoh-tokoh Islam, dan menjadi penerus bangsa yang berpikir maju serta berakhlak mulia. Kegiatan ini bukan hanya menjadi perayaan, tetapi penanaman nilai yang membekas dalam diri setiap Laskar MICA.
Penulis: Syakirah Rosalinda
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































