Jakarta, 27 Januari 2026 – Seiring meningkatnya kompleksitas data dan tuntutan pengambilan keputusan yang semakin cepat, machine learning (ML) dan artificial intelligence (AI) kian berperan penting dalam mendorong transformasi industri keuangan. Teknologi ini membantu institusi keuangan meningkatkan akurasi analisis, efisiensi operasional, serta kualitas pengambilan keputusan berbasis data.
Sudip Mani, CEO Quantyc.ai, menjelaskan bahwa banyak institusi keuangan saat ini menghadapi tantangan besar dalam mengelola volume dan keragaman data transaksi yang terus bertambah, di tengah ekspektasi untuk mengambil keputusan secara real-time.
“Banyak institusi masih mengalami kendala dalam mengubah data transaksi mentah menjadi insight yang benar-benar dapat digunakan. Kondisi ini kerap memperlambat proses seperti credit assessment dan customer verification, serta meningkatkan eksposur risiko yang seharusnya bisa diminimalkan,” ujar Sudip.
Mengubah Kompleksitas Data Menjadi Insight yang Dapat Ditindaklanjuti
Menurut Sudip, machine learning memungkinkan institusi keuangan memahami pola data yang kompleks dan menerjemahkannya menjadi intelligence yang relevan bagi bisnis.
“AI memungkinkan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan objektif. Bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk memperkuat keahlian yang sudah ada,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa salah satu penerapan AI yang paling berdampak saat ini adalah pada analisis laporan keuangan dan pemantauan perilaku transaksi. Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit dengan tingkat konsistensi yang lebih tinggi. Dalam salah satu implementasi, solusi Quantyc.ai membantu memangkas waktu pemrosesan lebih dari 70%, sekaligus tetap menjaga akurasi dan keandalan keputusan.
AI sebagai Co-Pilot dalam Pengambilan Keputusan
Menanggapi kekhawatiran bahwa AI akan menggantikan peran manusia, Sudip menegaskan bahwa nilai utama AI justru terletak pada kolaborasi antara manusia dan mesin.
“AI seharusnya diposisikan sebagai co-pilot. Teknologi ini menyediakan fondasi analisis yang lebih kuat, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan para profesional yang memahami konteks bisnis, kebutuhan nasabah, dan manajemen risiko,” katanya.
Dengan mengotomatisasi proses analisis yang bersifat repetitif, AI memungkinkan risk manager dan analis untuk lebih fokus pada keputusan strategis, seperti mengidentifikasi pola risiko yang baru muncul, memperkuat kerangka kepatuhan, serta mengembangkan layanan keuangan yang lebih personal dan relevan.
Mendorong Ekosistem Keuangan yang Lebih Adaptif dan Inklusif
Di kawasan Asia Tenggara, adopsi AI di sektor keuangan menunjukkan tren yang semakin positif. Menurut Sudip, institusi keuangan di wilayah ini semakin terbuka terhadap inovasi berbasis data dan teknologi.
“Dengan kualitas data yang semakin baik dan ketersediaan talenta digital yang terus berkembang, AI berpotensi menjadi enabler utama bagi terciptanya ekosistem keuangan yang lebih adaptif, transparan, dan inklusif,” ujarnya.
Melalui Quantyc.ai, Sudip membayangkan masa depan di mana AI tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi mitra tepercaya dalam pengambilan keputusan. “Masa depan industri keuangan bukan sekadar tentang otomasi, melainkan tentang keputusan yang lebih baik, didukung oleh pemahaman data yang lebih mendalam,” tutupnya.
Tentang Quantyc.ai
Quantyc.ai adalah perusahaan analitik berbasis artificial intelligence yang berfokus membantu institusi keuangan mengubah data menjadi insight yang dapat ditindaklanjuti. Melalui teknologi machine learning dan otomasi, Quantyc.ai mendukung bank dan lembaga pembiayaan dalam meningkatkan kualitas analisis data, akurasi pengambilan keputusan, serta efisiensi manajemen risiko.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































