mahasiswa menjadi pusat straregis dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia. Sejak masa perjuangan untuk merdeka hingga sampailah masa modern sekarang. Mahasiswa kerapkali tampil sebagai agen perubahan (agent of change) dana agen control (agent of control) yang peka dalam mengatasi berbagai persoalan nasional. Peran tersebut tidak hanya tercatat dalam sejarah, tetapi peran itu harus selalu ada untuk mengatasi tantangan persoalan yang ada di idnonesia.
Dalam catatan sejarah mahasiswa seringkali menjadi garda terdepan dalam negatasi persoalan persoalan krisis yang besar. Pada masa orde lama dan orde baru, mahasiswa menjadi kekuatan moral yang selalu menyuarakan kritik terhadap ketidakadilan, penyalahgunaan kekuasaan, dan praktik korupsi. Puncaknya pada Reformasi 1998, ketika gerakan mahasiswa di berbagai daerah berhasil mendorong perubahan besar dalam sistem pemerintahan dan kehidupan demokrasi di Indonesia.
Selain dalam dinamika politik dan demokrasi, mahasiswa juga sering terjur dalam bencana yang sering melanda di negara ini. Sebagai negara yang sering kali terjadi bencana alam, Indonesia sering menghadapi gempa bumi, banjir, longsor, hingga letusan gunung berapi. Dalam peristiwa yang terjadi, mahasiswa turun sebagai relawan, melakukan penggalangan bantuan, pendampingan korban, hingga edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Dalam peran ini juga bahwasanya mahasiswa tidakhanya bersuara melalui kritik, tetapi juga melakukan hal yang nyata dan langsung turun kelapangan.
Dalam isu isu yang lain juga mahasiswa sering kali nenyuarakan persoalan persoalan yang terlihal janggal di Indonesia. Sudah banyak beberapa kasus yang sering kali terjadi di negara ini, seprti kasus korupsi, intimidasi, teror terhadap kebebasan berpendapat, pelanggaran hak asasi manusia, hingga pembahasan dan pengesahan rancangan undang-undang yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Melalui aksi demonstrasi, kajian ilmiah, serta pernyataan sikap, mahasiswa berupaya menjalankan peran kontrol sosial guna mengingatkan pemerintah agar tetap berada pada jalur demokrasi dan keadilan sosial.
Sementara itu, demonstrasi juga menjadi salah satu bentuk kekecewaan terhadap pemerintah. Disitulah mahasiswa mengeluarkan aspirasinya yang merupakan bagian tak terpisahkan oleh mahasiswa. Aksi demonstrasi yang dilakukan di berbagai priode kepemimpinan, guna mewakili suara dan kepentingan masyarakat sipil yang dinilai merugikan yang seharusnya menjadi hak masyarakat sipil. Hal ini juga guna untuk mengingatkan para pemimpin di indosenia agar selalu tegak dan tetap berpihak pada nilai keadilan dan kesejahteraan.
Kedepannya, tantangan nasional akan semakin kompleks. Mahasiswa dituntut tidak hanya kritis terhadap hal yang akan terjadi tetapi juga solutif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Di era digital ini, peran mahasiswa semakin luas dengan adanya platform media sosial yang semakin memberi ruang untuk ber ekspresi. Dengan semakin modernnya zaman peran mahasiswa juga penting untuk melawan hoaks, mengawal kebijakan publik secara berbasis data, serta memanfaatkan teknologi untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan.
Intelektualitas harus dijaga oleh mahasiswa, guna untuk menghadapi pesatnya perkembangan teknologi dan cepatnya isu-isu nasional naik di media sosial. Hal ini mendukung mahasiswa agar tetap relevan sebagai agen perubahan (agent of change) dana agen control (agent of control). Ditengan pesatnya perkembangan digital, sebagai mahasiswa dituntut utuk memiliki pemikiran yang kritis, rasional, berbasis data, sehingga tidak mudah terpengaruh dengan hoak yang beredar. Dengan menjaga etika akademik dan tanggung jawab moral mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai kekuatan intelektual yang turut menentukan arah masa depan bangsa Indonesia.
Dengan bekal intelektualitas, idealisme, dan kepedulian sosial, mahasiswa diharapkan terus menjadi kekuatan moral bangsa. Baik dalam menghadapi bencana alam, memberantas korupsi, menjaga demokrasi melalui aksi demonstrasi, maupun merespons berbagai situasi nasional lainnya, peran mahasiswa tetap relevan dan dibutuhkan demi terwujudnya Indonesia yang adil, demokratis, dan berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































