Sebagai bagian dari proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam satu kelompok, yaitu Kelompok MKWK 45 Pendidikan Berkualitas memperkenalkan pembelajaran bahasa Inggris melalui aplikasi interaktif kepada siswa/i MTsN 3 Medan. Sosialisasi yang dilaksanakan dalam dua sesi pada tanggal 8 November dan 15 November 2025 ini berhasil meningkatkan minat belajar bahasa Inggris siswa hingga 76%, dari yang sebelumnya hanya 36.3%.
Komitmen USU dalam Mendorong Pendidikan Berkelanjutan:
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh kelompok MKWK 45 Pendidikan Berkualitas yang dibimbing oleh dosen fasilitator Dr. Agusmidah, S.H., M.Hum., serta mentor Ferdy Ardiansyah. Kegiatan ini muncul karena telepon genggam di sekolah sering dianggap hanya digunakan untuk hiburan sehingga penggunaannya dibatasi selama pembelajaran. Melalui kegiatan ini, mahasiswa/i juga berupaya mendukung pilar ke-4 Tujuan Pembagunan Berkelanjutan, yaitu Pendidikan Berkualitas, dengan memperkenalkan pemanfaatan teknologi sebagai cara belajar yang lebih mudah dan sesuai dengan kebutuhan siswa/i saat ini. Oleh sebab itu, program ini bertujuan untuk mengubah persepsi bahwa telepon genggam tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga dapat menjadi media belajar yang efektif melalui aplikasi interaktif yang membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.
Pada sesi pertama tanggal 8 November 2025, mahasiswa/i memperkenalkan cara menggunakan aplikasi pembelajaran bahasa Inggris seperti Duolingo, Cake, dan Busuu. Para siswa/i mulai memahami bahwa belajar bahasa terutama bahasa Inggris tidak harus bergantung pada buku, tetapi dapat dilakukan secara mandiri dan fleksibel melalui perangkat yang mereka gunakan sehari-hari.
Sesi lanjutan pada tanggal 15 November 2025 diisi dengan pemberian kuesioner pasca-sosialisasi untuk mengukur pemahaman siswa/i. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan pada tiga aspek utama, antara lain minat belajar bahasa Inggris meningkat dari 36,3% menjadi 76%, diikuti dengan kenaikan pemanfaatan telepon genggam sebagai media belajar dari 41,4% menjadi 72,4%, serta kemudahan memahami materi melalui aplikasi yang mencapai 74,2%.
Peningkatan tersebut juga menunjukkan bahwa siswa/i mulai memahami bahwa telepon genggam bukan sekadar alat hiburan, tetapi dapat menjadi sarana belajar yang membantu mereka mengulang materi secara mandiri. Banyak siswa/i merasa proses belajar menjadi lebih mudah karena fitur seperti game, latihan suara, dan video interaktif membuat materi lebih jelas dan tidak membosankan. Selain itu, siswa/i juga mulai membangun kebiasaan belajar yang lebih mandiri karena mereka dapat mencoba aplikasi kapan saja sesuai kenyamanan mereka.
“Saya merasa lebih terdorong lagi dalam belajar bahasa Inggris karena sekarang belajar bahasa Inggris mudah, bisa menggunakan aplikasi, dan bisa dari web juga,” ujar salah satu siswa bernama Gibran tentang pengalamannya menggunakan aplikasi tersebut. Pernyataan ini menunjukkan bahwa perubahan positif tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga dari pengalaman belajar yang dirasakan siswa secara langsung. Pandangan siswa tersebut kemudian sejalan dengan harapan yang disampaikan oleh pihak sekolah.
Bagi para mahasiswa/i pelaksana, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan siswa/i dan memahami kebutuhan pendidikan mereka. Mahasiswa/i belajar menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana, menjaga kenyamanan siswa/i, serta memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai tujuan. Pengalaman ini membantu mahasiswa/i meningkatkan kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, dan melihat langsung tantangan pembelajaran di sekolah sehingga memperluas pemahaman mereka mengenai peran pendidikan dalam masyarakat.
Kepala Sekolah MTsN 3 Medan dalam sambutannya juga menyampaikan, “Ilmu yang diberikan dalam kegiatan ini diharapkan dapat membawa manfaat bagi seluruh siswa. Semoga materi yang dipelajari dapat membantu siswa dalam meningkatkan cara belajar serta menambah pemahaman mereka.” Ungkapan ini menegaskan bahwa sekolah mendukung penuh pemanfaatan pembelajaran berbasis teknologi sebagai langkah untuk memperkuat proses belajar siswa/i.
Kegiatan sosialisasi penggunaan aplikasi interaktif yang dilakukan mahasiswa/i Kelompok MKWK 45 Pendidikan Berkualitas di MTsN 3 Medan menunjukkan potensi dampak jangka panjang karena siswa/i mulai lebih tertarik belajar, lebih memahami materi, dan lebih terbiasa memakai telepon genggam sebagai media belajar. Temuan ini menjadi dasar bagi rencana keberlanjutan program agar sekolah dapat terus mengembangkan pembelajaran digital yang sesuai dengan kebutuhan siswa/i. Kegiatan ini juga selaras dengan visi USU yang mendorong mahasiswa/i untuk belajar dari pengalaman langsung dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Dari kegiatan ini juga, mahasiswa/i dan pihak sekolah mendapatkan lesson learned bahwa pendekatan belajar yang dekat dengan keseharian siswa/i, kerja sama yang baik antara kampus dan sekolah, serta penggunaan teknologi secara bijak dapat membuat proses belajar lebih efektif dan menyenangkan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan dapat dilihat melalui dokumentasi lengkap yang tersedia di tautan YouTube berikut https://youtu.be/LGb02EZAHYQ?si=CbRQdTlmsK0p1aAV.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































