Meditasi Malam Tahun Baru di Hutan Angker Serang- Baturaden, 54 Anggota Padepokan Garga Astagina Lakukan Tirakat SpiritualMeditasi Malam Tahun Baru di Hutan Serang Baturaden, Padepokan Islam Garga Astagina Teguhkan Spirit Keimanan dan KebersamaanBaturaden – Sebanyak 54 anggota beserta keluarga besar Asrama Padepokan Islam Garga Astagina mengisi Malam Tahun Baru 2026 dengan kegiatan spiritual berupa laku meditasi di tengah kawasan Hutan Serang, Baturaden, Selasa malam (31/12/2025).Kegiatan yang berlangsung di kawasan hutan bernuansa alami dan mistis tersebut dipimpin langsung oleh Mbah Macan Kumbang, yang juga dikenal sebagai Seno Pratama, selaku komandan dan tokoh sentral Padepokan Islam Garga Astagina.Pelaksanaan meditasi di tengah hutan ini dimaknai sebagai bentuk tirakat, perenungan diri, serta pendekatan batin kepada Allah SWT dalam menyambut pergantian tahun. Keheningan malam yang dikelilingi pepohonan lebat semakin menambah kekhusyukan para peserta dalam menjalani doa dan meditasi bersama.Selain sebagai momentum refleksi akhir tahun, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antaranggota padepokan.Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris PANI Purbalingga turut menyampaikan visi dan misi organisasi, yang menegaskan komitmen Padepokan Islam Garga Astagina dalam membangun spiritualitas, kemandirian, serta kontribusi sosial di tengah masyarakat.Menjelang penutupan acara, Guru Besar Padepokan Islam Garga Astagina, Saefudin atau yang akrab disapa Rizaal, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh ketertiban, kekhusyukan, dan keikhlasan.Pada momen penuh haru tersebut, beliau juga mengumumkan wakaf tanah beserta site plan pembangunan Asrama Padepokan Islam Garga Astagina. Sebagai wujud kesungguhan, beliau menyatakan kesiapan mengalokasikan dana sebesar Rp100 juta guna mendukung pembangunan asrama sebagai pusat kegiatan dan pembinaan spiritual ke depan.Kegiatan Malam Tahun Baru di Hutan Serang Baturaden ini menjadi simbol bahwa pergantian tahun tidak selalu dirayakan dengan pesta dan gemerlap, melainkan dapat dimaknai melalui keheningan, doa, dan laku spiritual demi membangun masa depan yang lebih bermakna.Laku Nepi di Hutan Angker
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































