Siaran Berita, Malang, (26/1/2026) – Lahir dan tumbuh dari tanah Borneo, perjalanan Andi Noer Qalby Syarif bukanlah kisah yang dibangun secara instan. Gadis kelahiran Sangatta, 17 Januari 2006, ini dibesarkan dalam lingkungan keluarga Bugis yang menanamkan nilai keteguhan, keberanian bersikap, serta tanggung jawab sosial sejak usia dini. Nilai-nilai tersebut perlahan membentuk cara pandangnya terhadap dunia, pendidikan, dan peran yang ingin ia jalani sebagai generasi muda. Lingkungan budaya yang kuat menjadikannya pribadi yang tidak mudah goyah, sekaligus peka terhadap realitas sosial di sekitarnya.
Andi Noer Qalby Syarif, yang akrab disapa Eby, merupakan mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Ia dikenal sebagai figur mahasiswa aktif dengan rekam jejak kepemimpinan, advokasi, dan prestasi akademik yang konsisten. Eby menjabat sebagai Gubernur Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, posisi strategis yang menempatkannya sebagai representasi suara mahasiswa fakultas. Selain itu, ia tercatat sebagai Duta Inspirasi Indonesia Batch 18 perwakilan Provinsi Kalimantan Timur, peran yang mengukuhkan kiprahnya sebagai figur muda penggerak kesadaran sosial. Deretan prestasi akademik dan nonakademik tingkat kampus hingga nasional, termasuk medali perak Olimpiade Bahasa Indonesia kategori mahasiswa, serta kepercayaan sebagai pembicara di berbagai forum, melengkapi potret Eby sebagai mahasiswa dengan kapasitas kepemimpinan dan intelektualitas yang teruji.
Di bangku perkuliahan, Eby memaknai pendidikan bukan sebatas ruang transfer ilmu, melainkan arena pembentukan karakter dan kesadaran kritis. Psikologi menjadi medium baginya untuk memahami manusia secara utuh, baik dari sisi individu maupun sosial. Pemahaman tersebut kemudian ia terjemahkan dalam praktik nyata melalui organisasi dan kegiatan kemahasiswaan. Baginya, kepemimpinan tidak berhenti pada jabatan struktural, tetapi hadir sebagai proses membangun keberanian berpikir, keberanian bersuara, serta keberanian mengambil tanggung jawab.

Keterlibatan Eby dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiya h dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi memperlihatkan konsistensinya dalam merawat ruang kolektif. Ia menjadikan organisasi sebagai tempat belajar tentang pengambilan keputusan, manajemen konflik, serta etika kepemimpinan. Dalam setiap peran yang dijalani, Eby dikenal sebagai sosok yang mengedepankan dialog, ketegasan yang berimbang, serta keberpihakan pada nilai keadilan. Stigma tentang keterbatasan perempuan dalam ruang kepemimpinan justru ia jawab dengan kerja nyata dan kehadiran yang berdampak.
Kepercayaan sebagai Duta Inspirasi Indonesia memperluas jangkauan pengabdiannya. Dalam peran tersebut, Eby aktif menyuarakan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam isu sosial, pendidikan, dan pengembangan diri. Ia meyakini bahwa perubahan tidak selalu lahir dari panggung besar, melainkan dari keberanian individu untuk konsisten mengambil peran, sekecil apa pun kontribusinya. Pesan tersebut ia sampaikan dalam berbagai forum, diskusi, dan kegiatan edukatif yang menyasar pelajar serta mahasiswa.
Prestasi yang diraih Eby menjadi refleksi dari kerja panjang dan disiplin yang ia bangun. Lebih dari lima belas capaian akademik dan nonakademik tingkat kampus hingga nasional mengukuhkan kapasitasnya sebagai mahasiswa berprestasi. Penghargaan Beasiswa Kutai Timur menjadi salah satu bentuk pengakuan atas dedikasi dan komitmennya terhadap pendidikan. Pengalaman terlibat dalam lebih dari dua puluh kepanitiaan turut membentuk ketangguhan manajerial serta kepekaan sosial yang kini menjadi modal utama dalam kepemimpinannya.

Di berbagai kesempatan, Eby juga dipercaya sebagai pembicara dalam forum akademik dan kegiatan pengembangan diri. Pengalaman tersebut mempertegas kemampuannya dalam merangkai gagasan, menyampaikan perspektif kritis, serta menginspirasi audiens lintas latar belakang. Bagi Eby, berbagi pengetahuan bukan soal tampil di depan publik, melainkan upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
Melalui perjalanan akademik, organisasi, dan pengabdian sosial, Eby menegaskan personal branding yang ia bangun secara konsisten: perempuan muda yang berdaya, berpikir kritis, dan berani hadir di ruang strategis tanpa meninggalkan nilai yang diyakininya. Ia percaya bahwa setiap perempuan memiliki hak yang sama untuk tumbuh, memimpin, dan memberi dampak, selama keberanian itu disertai dengan integritas dan kesungguhan proses.
Narasi perjalanan Andi Noer Qalby Syarif tidak hanya berbicara tentang prestasi, tetapi tentang pilihan untuk terus terlibat, bertanggung jawab, dan setia pada nilai. Dari Borneo hingga ruang-ruang akademik Malang, Eby menjadikan pendidikan dan kepemimpinan sebagai jalan pengabdian, dengan keyakinan bahwa perubahan sosial selalu dimulai dari kesadaran individu yang mau bergerak dan bertahan dalam proses. Jejak Kepemimpinan Perempuan di Kampus UMM : Andi Noer Qalby Syarif Dari Borneo Menuju Ruang Nasional
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































