Kamu pernah ikut seleksi beasiswa, rekrutmen kerja, organisasi, atau volunteer?
Kamu pasti tidak asing lagi dengan tes menggambar pohon. Sebuah tes yang biasanya menjadi salah satu syarat terpilihnya kamu di suatu tempat. Tes yang terlihat simpel ini dikenal sebagai House Tree Person (HTP) atau kerap kita kenal dengan tes psikotes gambar pohon, sebuah metode proyektif yang sudah dipakai sejak puluhan tahun yang lalu. Peserta tes akan diminta menggambar rumah, pohon, dan manusia dengan kriteria tertentu, misalnya gambar pohon tidak boleh pohon palm, pohon pinus, dan pohon lainnya yang tidak sesuai kriteria dari psikolog. Lalu, setelah menggambarnya, gambar peserta akan dianalisis oleh psikolog untuk diketahui lebih lanjut tentang dinamika kepribadian peserta tes.
Masalahnya, zaman kini sudah berubah. Internet saat ini sudah semakin pintar, berbagai platform sudah membagikan “tips lolos psikotes”, dari cara menggambar batang pohon agar terlihat percaya diri, sampai detail jendela rumah agar dianggap stabil. Template menggambar HTP yang ideal menurut psikolog sudah tersebar di berbagai media seperti TikTok, Instagram, website, blog karier, dan media lainnya. Gambar yang seharusnya spontan digambar oleh peserta tes pada akhirnya menjadi sebuah gambar yang berasal dari hasil tutorial.
Lalu pertanyaan pun mulai muncul, apakah tes ini masih relevan digunakan?
Sebuah Riset Mengkaji Keberadaan HTP
Sebuah studi oleh Lin et al. (2022) mencoba menguji akurasi HTP dengan pendekatan modern. Mereka menggunakan teknik deep learning untuk menganalisis ribuan gambar HTP dan memprediksi kondisi mental peserta. Hasilnya cukup mengejutkan, akurasi model hanya setara tebak-tebakan.
Studi ini dilakukan bukan berarti untuk mengatakan bahwa HTP sama sekali tidak berguna, tetapi lebih menyoroti pada keterbatasan HTP sebagai alat diagnosis atau alat seleksi yang membutuhkan data objektif. Dengan kata lain, kalau tujuannya menilai kondisi mental atau karakter secara akurat, HTP bukanlah pilihan metode yang terbaik.
Informasi yang Semakin Mudah Diakses Menjadi Masalah Baru
Dulu, HTP dianggap efektif karena gambar yang dihasilkan bersifat spontan. Tapi sekarang?
Cukup ketik “cara gambar pohon biar lolos psikotes” di internet maka kamu akan menemukan ratusan tips.
Banyak laman karier, blog HR, hingga kreator media sosial membagikan trik seperti:
- Gambar batang besar = percaya diri
- Akar terlihat = stabil
- Daun rimbun = optimis
- Rumah dengan jendela seimbang = kepribadian teratur
Informasi ini membuat gambar peserta tidak lagi murni mencerminkan kepribadian asli yang mereka miliki, tetapi berupa hasil mengikuti tutorial. Hal ini secara otomatis menurunkan keaslian data yang dibutuhkan oleh psikolog.
Apakah HTP Akan Hilang?
Di era sekarang, orang- orang akan semakin kritis terhadap proses seleksi karena berbagai tes sudah “dibocorkan” di internet. Metode-metode yang tidak transparan atau tidak berbasis bukti ilmiah akan semakin sering dipertanyakan. Banyak organisasi mulai beralih ke asesmen berbasis kompetensi, tes situasional, dan alat ukur yang sudah distandarisasi. Mungkin HTP akan tetap digunakan, tidak sepenuhnya akan dihilangkan dari dunia perekrutan tetapi keberadaan HTP dalam menjadi metode atau tes seleksi untuk bekerja, berorganisasi, dan sebagainya tidak lagi menjadi metode atau tes seleksi utama yang berpengaruh besar dalam proses seleksi tersebut.
Fenomena ini menunjukkan bahwa psikotes juga perlu beradaptasi. Bukan soal membuang metode lama, tetapi memastikan alat yang dipakai tetap adil, relevan, dan tidak mudah dimanipulasi oleh tren internet.
DAFTAR SUMBER
Lin, Y., Lin, C., Li, H., Hsu, T., & Kuo, P. (2022). The House-Tree-Person test is not valid for the prediction of mental health: An empirical study using deep neural networks. Psychiatry Research.
Link: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/36058187
Guo, Y., Meng, L., et al. (2023). Analysis of the screening and predicting characteristics of the House-Tree-Person drawing test for mental disorders: A systematic review and meta-analysis. Frontiers in Psychiatry.
Link: https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fpsyt.2022.1041770
Dealls (2024). House-Tree-Person Test: Pengertian dan Tips Mengerjakannya.
Link: https://dealls.com/pengembangan-karir/house-tree-person-test
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































