Di tengah derasnya arus digitalisasi, pola asuh yang diterapkan orang tua mengalami perubahan signifikan. Anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang sarat teknologi, informasi instan, dan interaksi yang semakin bergeser dari dunia nyata ke dunia virtual. Kondisi ini menuntut pola asuh yang lebih adaptif dan kritis. Orang tua tidak lagi cukup mengandalkan metode tradisional, melainkan perlu memahami perubahan sosial yang memengaruhi perilaku, cara belajar, serta karakter anak.
Penelitian yang dilakukan oleh (Ahsanah Maulida dan Rivo Panji Yudha, 2023) menunjukkan bahwa pola asuh orang tua di era digital berpengaruh kuat terhadap perkembangan sosial-emosional peserta didik. Anak yang diasuh dengan pendekatan demokratis dan pendampingan teknologi terbukti memiliki kemampuan mengekspresikan emosi dan memahami aturan dengan lebih baik. Sebaliknya, pola asuh yang terlalu permisif atau sebaliknya terlalu otoriter justru dapat memicu masalah seperti rendahnya disiplin, kecemasan, hingga kesulitan bersosialisasi.
Di banyak keluarga, teknologi menjadi “pengasuh kedua” bagi anak. Gawai kerap diberikan sebagai solusi cepat agar anak tenang atau sibuk, tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat mengurangi waktu interaksi langsung dengan orang tua, padahal komunikasi tatap muka adalah fondasi utama pembentukan karakter dan perkembangan bahasa. Banyak peserta didik yang akhirnya lebih nyaman berkomunikasi secara digital daripada tatap muka.
Dampak teknologi juga terlihat jelas pada kebiasaan belajar peserta didik. Dengan akses internet yang luas, anak dapat menemukan informasi dengan cepat, tetapi kemudahan ini sering kali tidak dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis dan disiplin belajar. Pola asuh yang kurang tegas dalam mengatur waktu belajar dan penggunaan gadget dapat membuat anak sulit berkonsentrasi, cepat bosan, dan tidak terbiasa menyelesaikan tugas tanpa distraksi digital.
Namun, tidak dapat disangkal bahwa teknologi juga membawa peluang besar bagi proses pendidikan. Orang tua yang mampu memaksimalkan teknologi secara sehat misalnya dengan mengarahkan anak menggunakan aplikasi edukatif, memfasilitasi diskusi daring, atau memanfaatkan platform pembelajaran dapat membantu peserta didik mengembangkan literasi digital dan keterampilan abad 21. Pola asuh modern seharusnya tidak menolak teknologi, tetapi menggunakannya sebagai sarana pengembangan potensi anak.
Sayangnya, banyak orang tua yang belum memiliki literasi digital memadai. Mereka tidak mengetahui cara mengawasi konten, membuat batasan waktu yang konsisten, atau mendampingi anak dalam memahami informasi yang mereka konsumsi. Kurangnya kemampuan ini menyebabkan anak cenderung terpapar konten negatif, mengalami distraksi berlebihan, atau tumbuh tanpa kontrol diri. Di sinilah peran orang tua sebagai pendidik pertama menjadi sangat krusial.
Meninjau ulang pola asuh berarti mengajak orang tua untuk kembali pada prinsip keseimbangan. Orang tua perlu menggabungkan nilai-nilai tradisional seperti disiplin, tanggung jawab, dan adab, dengan pendekatan modern yang menghargai dialog, empati, dan kebebasan berekspresi. Pola asuh yang seimbang akan membantu anak tumbuh menjadi peserta didik yang mandiri, kritis, dan tetap berkarakter di tengah tantangan digital.
Akhirnya, penting disadari bahwa kualitas pendidikan anak tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi sangat ditentukan oleh pola asuh di rumah. Orang tua perlu menjadi teladan dalam penggunaan teknologi, menjaga komunikasi yang hangat, dan memberikan pendampingan yang konsisten. Tanpa perubahan pola asuh yang adaptif dan bijak, peserta didik akan kesulitan berkembang secara optimal. Sudah saatnya kita bersama-sama meninjau ulang pola asuh di era modern demi membentuk generasi yang cerdas, beretika, dan mampu menghadapi masa depan.
Penulis: Naila Nur Amelia Putri, Raisha Azzahra, Siti Amida Zahroh
Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pamulang, Tahun Akademik 2025/2026
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































