MI Hidayatul Faizien Tanamkan Nilai Disiplin Melalui Pemeriksaan Kebersihan dan Kerapihan Siswa
Garut, 18 November 2025 – MI Hidayatul Faizien terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter peserta didik melalui berbagai pembiasaan positif, salah satunya dengan melaksanakan pemeriksaan kebersihan dan kerapihan siswa secara rutin. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya madrasah menanamkan kedisiplinan sejak dini, sekaligus menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga diri dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap pagi sebelum proses pembelajaran dimulai, para siswa berbaris rapi untuk mengikuti pemeriksaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Bapak H. Aceng Malyan, S.Pd.I. Dengan penuh ketelatenan, beliau memeriksa kerapihan pakaian, kebersihan rambut dan kuku, serta memastikan bahwa seluruh siswa hadir dengan kondisi yang terawat dan sehat. Pendekatan ini bukan sekadar prosedur formalitas, melainkan bentuk perhatian mendalam madrasah terhadap kesejahteraan peserta didik.
Kehadiran langsung Kepala Madrasah dalam kegiatan ini memberikan kesan hangat dan kedekatan emosional antara pimpinan madrasah dan siswa. Bapak H. Aceng Malyan, S.Pd.I tidak segan memberikan nasihat, senyuman, maupun motivasi secara personal kepada siswa yang ditemuinya. Beliau menekankan pentingnya menjaga penampilan sebagai cerminan karakter seorang pelajar yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki rasa percaya diri. “Menjaga kebersihan dan kerapihan bukan hanya soal penampilan, tetapi merupakan bagian dari adab dan perilaku yang diajarkan dalam Islam. Dengan menjaga diri, berarti kita menghargai tubuh yang Allah titipkan,” ujar Bapak H. Aceng Malyan, S.Pd.I dalam salah satu kesempatan saat memberikan arahan kepada siswa.

Pemeriksaan kebersihan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab siswa terhadap dirinya sendiri. Melalui kegiatan tersebut, para siswa terbiasa memperhatikan hal-hal kecil yang sering kali diabaikan, seperti merapikan seragam, memotong kuku, mencuci tangan, serta memastikan tubuh tetap bersih. Kebiasaan sederhana ini diyakini mampu membentuk karakter yang lebih mandiri dan berakhlak dalam jangka panjang.
Para guru turut mendukung kegiatan ini dengan memberikan pendampingan serta pengawasan di setiap kelas. Mereka mengamati bahwa kebiasaan pemeriksaan rutin ini memberikan dampak positif pada perilaku siswa. Banyak dari mereka menjadi lebih sadar akan pentingnya kebersihan, lebih teliti sebelum berangkat sekolah, dan lebih bertanggung jawab terhadap penampilan serta kesehatan diri. Hal ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, nyaman, dan penuh semangat.

Tidak hanya memperkuat kedisiplinan, kegiatan pemeriksaan kebersihan dan kerapihan juga menjadi sarana membangun kedekatan antara Kepala Madrasah dan para peserta didik. Interaksi langsung yang terjadi setiap pagi menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan dalam diri siswa. Mereka merasa diperhatikan, dihargai, dan dicintai oleh pemimpin madrasahnya. Bagi Bapak H. Aceng Malyan, S.Pd.I, kedekatan dengan siswa merupakan pondasi penting dalam proses pendidikan yang humanis dan bernilai. “Kami ingin siswa merasa bahwa madrasah adalah rumah kedua bagi mereka. Ketika kepala madrasah hadir dan berinteraksi langsung, itu adalah wujud cinta dan kepedulian kami kepada anak-anak,” ungkap beliau dengan penuh kehangatan.
MI Hidayatul Faizien meyakini bahwa pembiasaan menjaga kebersihan dan kerapihan akan memberikan efek jangka panjang bagi perkembangan karakter siswa. Dengan kedisiplinan yang tertanam sejak dini, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab, peduli terhadap kesehatan, serta memiliki perilaku yang mencerminkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, madrasah kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam karakter, beradab, dan berakhlak sesuai tuntunan Islam.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































