Garut, 27 Februari 2026 – Bulan suci Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi MIS Ar-Raudhotun Nur dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dan memperkuat karakter spiritual peserta didik. Melalui program pembelajaran Ramadhan yang dirancang secara khusus, madrasah menghadirkan Program Hafalan Juz 30 sebagai salah satu kegiatan unggulan yang dilaksanakan secara rutin selama proses pembelajaran berlangsung. Program hafalan Juz 30 ini menjadi bentuk nyata kepedulian madrasah dalam membina generasi bangsa agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kuat. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, MIS Ar-Raudhotun Nur berupaya menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan religius peserta didik.
Kegiatan hafalan Juz 30 dilaksanakan setiap hari selama bulan Ramadhan sebagai bagian dari pembelajaran keagamaan. Para siswa dibimbing secara langsung oleh guru kelas dan guru agama dalam menghafal ayat demi ayat Al-Qur’an secara bertahap. Metode yang digunakan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa, sehingga mereka dapat mengikuti program dengan nyaman dan penuh semangat. Suasana pembelajaran Ramadhan terasa lebih khusyuk dan bermakna. Sejak pagi hari, siswa memulai kegiatan dengan tadarus bersama yang kemudian dilanjutkan dengan sesi hafalan Al-Qur’an. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahap kegiatan, mulai dari mendengarkan bacaan guru, menirukan ayat-ayat yang dibacakan, hingga menyetorkan hafalan yang telah dipelajari.

Kepala Madrasah MIS Ar-Raudhotun Nur, Mutiara Selandiana Effendi, S.Pd, menegaskan bahwa program hafalan Juz 30 ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia. Menurut Mutiara, program hafalan ini bukan sekadar kegiatan tambahan selama Ramadhan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan peserta didik. “Program hafalan Juz 30 ini menjadi jembatan bagi para hafiz dan hafizah yang nantinya bisa membawa nama baik dirinya dan keluarganya. Kami berharap melalui kegiatan ini akan lahir generasi yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mutiara menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan interaksi siswa dengan Al-Qur’an. Suasana Ramadhan yang penuh keberkahan diharapkan mampu menjadi motivasi tambahan bagi siswa untuk lebih mudah dalam menghafal dan memahami ayat-ayat suci Al-Qur’an. Selain meningkatkan kemampuan hafalan, program ini juga bertujuan menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab pada diri siswa. Setiap siswa diberikan target hafalan yang harus dicapai secara bertahap, sehingga mereka belajar untuk konsisten dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan.
Dalam pelaksanaan program ini, madrasah juga menghadirkan pembimbing khusus, yaitu Ustadz Baban Abdul Rahman, yang ditunjuk sebagai penguji hafalan siswa. Kehadiran pembimbing khusus ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hafalan para siswa. Ustadz Baban Abdul Rahman bertugas menguji hafalan siswa yang telah menyelesaikan target hafalan Juz 30. Setiap siswa yang telah siap akan mengikuti sesi penyetoran hafalan secara langsung di hadapan beliau. Proses pengujian dilakukan dengan teliti, mulai dari kelancaran bacaan, ketepatan tajwid, hingga kekuatan hafalan siswa.
Dengan adanya penguji khusus, siswa menjadi lebih termotivasi untuk mempersiapkan hafalan mereka dengan sungguh-sungguh. Selain itu, sistem pengujian ini juga memberikan pengalaman berharga bagi siswa dalam melatih keberanian dan rasa percaya diri saat memperdengarkan hafalan Al-Qur’an di hadapan penguji.
Para guru juga berperan aktif dalam memberikan motivasi dan pendampingan kepada siswa. Dengan pendekatan yang penuh kesabaran dan kasih sayang, guru membantu siswa mengatasi kesulitan dalam menghafal serta memberikan dorongan agar mereka tetap semangat dalam menyelesaikan target hafalan. Tidak hanya siswa, para orang tua juga memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Banyak orang tua yang merasa bangga melihat anak-anak mereka mampu menghafal ayat-ayat Al-Qur’an sejak usia dini. Dukungan keluarga menjadi faktor penting yang semakin memperkuat keberhasilan program hafalan Juz 30 di MIS Ar-Raudhotun Nur.

Kepala Madrasah MIS Ar-Raudhotun Nur, Mutiara Selandiana Effendi, S.Pd, menegaskan bahwa program hafalan Juz 30 ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia. Menurut Mutiara, program hafalan ini bukan sekadar kegiatan tambahan selama Ramadhan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan peserta didik. “Program hafalan Juz 30 ini menjadi jembatan bagi para hafiz dan hafizah yang nantinya bisa membawa nama baik dirinya dan keluarganya. Kami berharap melalui kegiatan ini akan lahir generasi yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup,” ungkapnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































