Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A terus menorehkan capaian membanggakan. Sampai akhir Desember 2025, progres keseluruhan proyek ini sudah tembus 55,89 persen, melampaui target awal 53,29 persen. Angka ini menunjukkan kerja tim proyek yang solid di tengah tantangan konstruksi kota besar.
Semua paket kontrak sipil dan sistem berhasil melewati target yang ditetapkan. Paket CP201 yang meliputi Stasiun Thamrin-Monas paling menonjol dengan capaian 91,16 persen dari target 89,52 persen. Stasiun gerbang utama jalur utara-selatan ini sudah memasuki tahap akhir. Pekerjaannya kini fokus pada instalasi eskalator, travelator, dan sistem mekanikal-elektrikal-plumbing (MEP).
Paket CP202 yang mencakup Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar catatkan progres 61,56 persen, di atas target 55,78 persen. Sementara paket CP203 (Glodok-Kota) tembus 80,93 persen dari target 79,99 persen dengan terowongan antarstasiun yang sudah hampir rampung. Bahkan paket sistem perkeretaapian CP205 yang kompleks berhasil akselerasi signifikan ke 31,48 persen, jauh melampaui target 20,69 persen.
Puncak berita minggu ini datang dari kawasan Harmoni. Pada 20 Januari 2026, groundbreaking entrance Stasiun Harmoni secara resmi digelar. Stasiun dua lantai dengan tujuh pintu masuk ini akan menjadi pusat integrasi MRT dan Transjakarta di kawasan strategis perkantoran pemerintahan. Lokasinya yang berada di antara Glodok dan pusat pemerintahan menjadikan Harmoni sebagai stasiun tersibuk di jalur ini.
Gubernur Pramono Anung menegaskan, TOD Harmoni akan bertransformasi menjadi kawasan transit paling ramai sepanjang jalur utara-selatan. “Harmoni bukan sekadar stasiun, tapi pusat mobilitas urban yang menghubungkan masa lalu dan masa depan Jakarta,” ujarnya saat groundbreaking.
Dari sisi sistem, proyek ini juga menunjukkan keterlibatan perusahaan lokal. WIKA Beton yang merupakan bagian ekosistem Danantara berkontribusi besar pada paket CP205. Mereka menyediakan bantalan rel dan beton ready-mix untuk sistem perkeretaapian, sekaligus menunjukkan transfer teknologi dan dampak ekonomi langsung dari proyek prestisius ini.
Milestone penting berikutnya sudah di depan mata. Penyambungan seluruh terowongan dari Bundaran HI hingga Stasiun Kota ditargetkan rampung Agustus 2026. Jika tercapai, ini memberi waktu cukup untuk uji coba sistem sebelum segmen pertama HI-Harmoni beroperasi pada 2027, diikuti segmen lengkap Harmoni-Kota pada 2029.
Investasi Rp25,3 triliun dari kerja sama Indonesia-Jepang ini bukan hanya soal infrastruktur transportasi. Proyek sepanjang 27,8 kilometer dengan sistem CBTC otomatis ini akan mendefinisikan ulang mobilitas Jakarta. MRT Jakarta sendiri menargetkan 50 juta penumpang di 2026, naik dari 46,5 juta tahun sebelumnya.
Dengan momentum ini, warga Jakarta tinggal menanti saat Bundaran HI terhubung langsung ke Kota Tua hanya dalam 15 menit perjalanan. Fase 2A bukan sekadar perpanjangan jalur, tapi janji akan Jakarta yang lebih terhubung, efisien, dan ramah lingkungan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































