Hai, namaku Alif – Ya, benar. Aku berhasil meraih gelar Winner Putra dalam ajang bergengsi Duta Siswa Aktif Indonesia tingkat nasional. Jujur, ini adalah pencapaian yang sama sekali tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Sejak awal mengikuti ajang ini, aku tidak pernah menargetkan gelar juara. Bagiku, bisa lolos dan menjadi finalis saja sudah merupakan bentuk rasa syukur yang luar biasa. Aku sadar betul bahwa sainganku adalah pelajar-pelajar hebat dari seluruh Indonesia—mereka kuat, berprestasi, dan luar biasa. Karena itu, aku hanya menanamkan satu hal di dalam hati: aku ingin mengikuti proses ini dengan sungguh-sungguh.
Perjalanan menuju gelar ini tidak mudah. Aku melewati berbagai tahapan seleksi yang menguras tenaga, pikiran, dan emosi. Mulai dari seleksi berkas, seleksi wawancara, seleksi video, hingga tahap voting. Ada lelah, ada ragu, dan ada momen di mana aku hampir menyerah. Namun aku terus menguatkan diri dan berkata, “Lanjutkan. Selesaikan apa yang sudah kamu mulai.”
Aku percaya, selama aku berusaha dengan jujur dan maksimal, hasilnya adalah urusan Allah. Dan benar saja, pada 15 September 2025, saat pengumuman akhir atau grand final, namaku dipanggil sebagai Winner Putra Duta Siswa Aktif Indonesia Batch 1 Tahun 2025.
Saat itu, perasaanku campur aduk—senang, bangga, terharu, dan bersyukur. Gelar ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi tentang amanah. Karena menjadi Winner berarti dipercaya sebagai yang terbaik dari yang baik, dan itu adalah tanggung jawab besar yang harus aku jaga.
Aku belajar bahwa gelar tidak datang dari keberuntungan semata, tetapi dari proses panjang, konsistensi, dan keberanian untuk terus melangkah meski ragu. Hari ini aku berdiri dengan rasa syukur yang mendalam, karena Allah telah memberiku kesempatan dan kepercayaan sebesar ini.
Perjalanan ini mengajarkanku satu hal penting:
jangan pernah meremehkan langkah kecil, karena dari situlah kemenangan besar bisa lahir.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































