musthafawiyah Purba Baru Madina Dipadati Puluhan Ribu Santri, Ekonomi Warga Melejit – Pesantren Seabad yang Tak Pernah Sepi
Madina ( Waspada.id)
Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina), kembali menjadi magnet ribuan pelajar dari berbagai penjuru Nusantara. Setiap awal tahun ajaran, arus kedatangan santri baru membuat kawasan Purba Baru berubah layaknya “kota kecil” yang tak pernah tidur.
Pesantren berusia lebih dari 100 tahun ini kini dihuni lebih dari 10 ribu santri, menjadikannya salah satu pesantren terbesar dan paling berpengaruh di Sumatera Utara. Fenomena berkumpulnya santri dari Aceh, Riau, Jambi, Jawa Barat hingga Kalimantan menciptakan denyut ekonomi baru bagi warga sekitar.
Hampir semua rumah warga di sekitar pesantren menjelma menjadi tempat pemondokan. Warung sembako, toko kitab, jasa cuci pakaian, hingga pedagang kaki lima tumbuh subur.
“Kalau musim kedatangan santri, perputaran ekonomi meningkat dua sampai tiga kali lipat. Banyak orang tua santri belanja perlengkapan di sini,” kata Suryani, salah seorang pedagang di Purba Baru.
Kondisi ini membuat Purba Baru tidak hanya dikenal sebagai pusat pendidikan Islam, tetapi juga sebagai sentra ekonomi rakyat yang sangat hidup.
Didirikan oleh ulama besar Syekh Musthafa Husein Nasution, pesantren ini tetap mempertahankan metode klasik seperti bandongan dan sorogan, meski jumlah santri mencapai puluhan ribu.
Mudir Pesantren, H. Mustafa Bakri Nasution, menegaskan bahwa Musthafawiyah dibangun atas fondasi ilmu dan keikhlasan para ulama.
“Musthafawiyah berdiri untuk menjaga warisan keilmuan Islam. Meski terus melakukan penyesuaian, ruh pesantren tidak boleh hilang,” ujarnya.
Kemenag dan Pemkab Beri Perhatian Khusus berkat jumlah santri yang besar dan sejarah panjangnya, pesanantren ini menjadi salah satu lembaga pendidikan yang diprioritaskan pembinaannya oleh Kemenag.
Pj Bupati Madina sebelumnya juga menegaskan bahwa Musthafawiyah adalah “penyangga moral” bagi daerah.
“Selama lebih dari seabad, Musthafawiyah sudah melahirkan ulama dan tokoh penting. Ini aset besar yang harus terus kita jaga,” ungkapnya dalam sebuah kegiatan.
Alumni Musthafawiyah banyak menduduki posisi strategis: guru, hakim agama, pengurus ormas Islam, hingga pimpinan lembaga pendidikan. Pengaruhnya terasa mulai dari Sumut hingga kawasan barat Indonesia.
Keberadaan jaringan alumni inilah yang membuat Musthafawiyah tetap menjadi pilihan utama masyarakat, meski banyak pesantren modern bermunculan.
Dengan jumlah santri yang terus meningkat, masyarakat meminta pemerintah memperhatikan peningkatan infrastruktur di Purba Baru, mulai dari jalan, penerangan, hingga fasilitas air bersih.
“Santri ribuan, jadi butuh dukungan fasilitas yang memadai. Purba Baru ini wajah pendidikan Islam Sumut,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Penulis nadica icanda
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































