GARUT – Pendakian 2 hari 1 malam di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, menjadi pilihan favorit pendaki dari berbagai kalangan. Jalur yang relatif ramah, panorama alam yang beragam, serta akses yang mudah membuat gunung ini cocok dinikmati pendaki pemula hingga senior.
Pendakian dimulai dari Basecamp Papandayan, dilanjutkan melewati kawasan kawah aktif, sebelum menuju Camp Pondok Salada sebagai lokasi bermalam.
Keesokan harinya, pendaki melanjutkan perjalanan turun melalui kawasan Hutan Mati yang ikonik sebelum kembali ke Basecamp Papandayan.
Sepanjang jalur tersebut, pendaki disuguhkan lanskap khas Papandayan, mulai dari kawah belerang, jalur hutan dan padang rumput terbuka, hingga deretan pohon kering di Hutan Mati yang kerap menjadi titik favorit untuk beristirahat dan berfoto.
Rute pendakian tergolong tertata dan relatif landai, dengan penunjuk arah yang jelas. Meski demikian, pendaki tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca berkabut atau jalur licin.
Pendaki berpengalaman, Yusuf Ardianto, menilai Gunung Papandayan sebagai destinasi ideal untuk pendakian singkat tanpa mengurangi kualitas pengalaman.
“Rutenya jelas dan camp-nya strategis. Dua hari satu malam sudah cukup buat menikmati Papandayan tanpa harus terburu-buru,” ujar Yusuf, pada Minggu 18 Januari 2026.
Hal senada disampaikan Adi, yang menyebut jalur Papandayan cocok bagi pendaki yang ingin menikmati alam dengan santai.“Medannya tidak terlalu ekstrem. Buat yang mau santai atau pendaki pemula, Papandayan ini pas,” kata Adi.
Sementara itu, pendaki pemula Jody Prasetyo mengaku menjadikan Papandayan sebagai gunung pertamanya. Ia bermalam di Camp Pondok Salada dan merasa terbantu dengan kondisi jalur serta fasilitas yang tersedia.
“Camp-nya nyaman dan jalurnya jelas. Buat pemula seperti saya, Papandayan jadi pengalaman pertama yang menyenangkan,” ujar Jody.
Dengan alur rute naik dan turun yang berbeda, pendaki dapat menikmati variasi lanskap Papandayan dalam satu perjalanan singkat.
Meski demikian, para pendaki tetap diimbau mematuhi aturan pendakian, mengutamakan keselamatan, serta menjaga kebersihan agar kelestarian alam Gunung Papandayan tetap terjaga.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































