ARGA MAKMUR – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Arga Makmur terus mengintensifkan program kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), salah satunya melalui pengembangan sektor peternakan itik petelur. Pada Senin (19/01/2026), jajaran staf Kegiatan Kerja mendampingi warga binaan dalam proses perawatan rutin dan pemberian pakan guna menjaga kualitas produksi telur.
Kegiatan yang berlangsung di lahan peternakan Lapas ini merupakan langkah nyata institusi dalam menyukseskan Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan. Melalui pengelolaan yang konsisten, peternakan itik di Lapas Arga Makmur kini mampu memproduksi rata-rata 12 hingga 13 butir telur per hari dari populasi 20 ekor itik.
Kepala Lapas Kelas IIB Arga Makmur, Yulian Fernando, menjelaskan bahwa program peternakan ini memiliki nilai ganda, yakni sebagai sarana pembinaan keterampilan sekaligus kontribusi terhadap ketersediaan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami berkomitmen memastikan warga binaan mendapatkan keahlian praktis dalam berwirausaha peternakan. Produksi telur yang stabil menunjukkan bahwa pembinaan yang kami lakukan berjalan efektif dan sesuai dengan standar yang ditetapkan,” tegas Yulian.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan yang terlibat telah melalui proses seleksi ketat melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Seluruh rutinitas di lahan peternakan dilakukan dengan pengawasan melekat oleh Staf Kegiatan Kerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menjamin keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
Kegiatan peternakan dilaporkan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Keberhasilan produksi telur itik ini diharapkan dapat terus ditingkatkan skalanya sebagai wujud produktivitas warga binaan menuju reintegrasi sosial yang lebih baik.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































