Bengkulu — Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Bengkulu terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian melalui pengelolaan kebun Lapas. Salah satu hasilnya adalah panen kangkung yang secara resmi diserap dan dibeli untuk memenuhi kebutuhan dapur lapas sebagai bahan pangan bagi warga binaan, (17/01).
Kangkung yang dipanen merupakan hasil kerja warga binaan dalam kegiatan pertanian yang dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan dengan pendampingan petugas. Proses penanaman hingga panen dilakukan dengan memperhatikan kebersihan serta kualitas hasil panen agar layak dikonsumsi.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Bengkulu menyampaikan bahwa pemanfaatan hasil kebun lapas merupakan bentuk nyata pembinaan yang produktif.
“Kami terus mendorong agar hasil pembinaan kemandirian warga binaan dapat dimanfaatkan secara nyata. Panen kangkung ini kami serap untuk kebutuhan dapur lapas sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan internal sekaligus memberikan nilai atas hasil kerja warga binaan,” ujarnya.
Penyerapan hasil kebun oleh dapur lapas tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan konsumsi internal, tetapi juga memberikan pengalaman kerja serta keterampilan praktis di bidang pertanian bagi warga binaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal positif setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
Melalui program kebun lapas, Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu berkomitmen menghadirkan pembinaan kemandirian yang berdaya guna, berkelanjutan, serta selaras dengan kebutuhan sehari-hari warga binaan di lingkungan pemasyarakatan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































