Panic Buying atau Aksi Memborong beli panik, pembelian panik, atau aksi memborong. Fenomena ini merujuk pada perilaku konsumen yang membeli barang secara berlebihan dan impulsif, didorong oleh rasa takut akan kekurangan stok di masa depan, seringkali terjadi saat krisis atau ketidakpastian.
Medan — Antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat terlihat di sejumlah SPBU di Kota Medan dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini diduga dipicu oleh kekhawatiran masyarakat setelah adanya pernyataan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, yang menyebutkan bahwa kapasitas stok bahan bakar minyak (BBM) nasional hanya mencukupi untuk 21 hari.
Pernyataan tersebut memicu kepanikan di tengah masyarakat, yang kemudian berbondong-bondong melakukan pembelian BBM dalam jumlah lebih dari biasanya. Akibatnya, sejumlah SPBU mengalami lonjakan permintaan yang signifikan dan antrean pun tak terhindarkan.
Seperti yang terlihat di salah satu SPBU di Medan yang berada di jalan Jenderal Besar A.H. Nasution No.45, Pangkalan Masyhur, Kec. Medan Johor, Kota Medan, puluhan pengendara tampak mengantre di bawah terik matahari. Sebagian dari mereka mengaku khawatir akan potensi kelangkaan BBM dalam waktu dekat.
“Saya isi full saja sekarang, karena stok kita terbatas. Takutnya kalau tidak beli sekarang, nanti kehabisan,” ujar salah seorang pengendara yang ditemui di lokasi.
Namun, di sisi lain, ada pula masyarakat yang menilai bahwa kepanikan ini terjadi akibat kesalahpahaman terhadap pernyataan tersebut. Mereka menilai bahwa informasi mengenai stok 21 hari bukanlah hal baru.

“Kalau dipikir-pikir, mungkin kita semua salah paham. Dari dulu juga memang stok BBM kita sekitar 21 hari, bukan berarti baru sekarang terbatas,” kata warga lainnya.
Pengamat energi menyebutkan bahwa stok BBM dengan ketahanan sekitar 21 hari merupakan standar operasional yang umum diterapkan, dan bukan indikasi langsung adanya krisis pasokan. Namun, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap konteks pernyataan tersebut dinilai menjadi pemicu utama terjadinya panic buying.
Pemerintah pun diharapkan dapat memberikan penjelasan yang lebih komprehensif kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pada kepanikan massal. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan lancar
Oleh : Fago Alvaro, Daffa Baihaqqi, M. Alfarisi HSB
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































