GARUT – Gunung Papandayan di Kabupaten Garut tak hanya menawarkan jalur pendakian yang ramah, tetapi juga pengalaman relaksasi melalui pemandian air panas alami.
Karena itu, bagi banyak pendaki, berendam air panas menjadi agenda wajib setelah turun gunung. Setelah menyusuri jalur pendakian dengan kontur landai dan panorama khas Papandayan, wisatawan umumnya memilih langsung menuju area pemandian.
Air panas alami yang mengalir di tengah suasana pegunungan dinilai mampu meredakan lelah sekaligus mengembalikan kebugaran tubuh.
Salah satu pendaki, Yusuf Ardianto mengatakan, momen berendam menjadi bagian penting dari keseluruhan perjalanan.
“Setelah jalan cukup jauh, berendam air panas itu penutup yang pas. Badan lebih rileks dan perjalanan terasa tuntas,” ujar Yusuf, pada Minggu 18 Januari 2026.
Sementara itu, Adi menilai. keberadaan pemandian air panas memberi nilai lebih bagi wisata Papandayan.“Tidak hanya mendaki, di sini kita juga bisa menikmati relaksasi. Jadi capeknya tidak terasa berkepanjangan,” katanya.
Bagi pendaki pemula, pengalaman tersebut justru menjadi daya tarik utama. Jody, yang baru pertama kali mendaki Papandayan, mengaku berendam air panas membuat kesan pertamanya terasa menyenangkan.
“Awalnya khawatir bakal terlalu capek. Namun setelah berendam, badan jadi enak lagi dan rasanya puas,” tutur Jody.
Dengan demikian, pemandian air panas alami di kawasan Papandayan bukan sekadar fasilitas pendukung. Keberadaannya melengkapi aktivitas pendakian, sekaligus menjadikan Papandayan sebagai destinasi wisata alam yang menghadirkan keseimbangan antara petualangan dan relaksasi.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































