Garut — Di tengah kekhawatiran soal keselamatan pasca longsor, jalur pendakian Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, justru masih dipadati pengunjung.
Aktivitas pendakian tetap berlangsung dan arus wisatawan terpantau stabil, meski pengelola terus mengingatkan risiko dan potensi bahaya di sejumlah titik jalur.
Pantauan di lokasi menunjukkan, wisatawan dari berbagai daerah tetap berdatangan untuk menikmati panorama alam Gunung Papandayan.
Kondisi ini terlihat terutama pada akhir pekan, meskipun himbauan kewaspadaan telah disampaikan kepada para pendaki pasca terjadinya longsor.
Di tengah situasi tersebut, sebagian pengunjung memilih memanfaatkan jasa ojek untuk membantu akses naik maupun turun gunung.
Layanan ini, dinilai memudahkan pendaki lanjut usia (Lansia) dan juga anak-anak diatas umur 4 Tahun, serta para pendaki yang mengalami cidera saat diperjalanan menuju cam 10.
namun tetap, disertai imbauan agar pengunjung memprioritaskan keselamatan selama berada di jalur pendakian.
Salah seorang penjaga di Camp 10 menjelaskan, jasa ojek dikenakan tarif Rp 175 ribu per orang dari Camp 10 hingga area parkiran.
Selain mengantar penumpang, ojek juga melayani jasa membawa tas pendaki ke bawah dengan tarif yang sama.
“Tarifnya Rp 175 ribu per orang dari Camp 10 ke parkiran. Kalau mau, tas juga bisa dibawakan ke bawah dengan harga yang sama,” ujarnya, pada Sabtu 17 Januari 2026.
Meski demikian, sebagian pendaki mengaku tetap waspada. Yusuf Ardianto, salah seorang pendaki, mengatakan ia memilih mendaki dengan tetap mengikuti seluruh arahan petugas.
“Kami tetap berhati-hati dan mengikuti aturan. Selama jalur yang dibuka dinyatakan aman, kami memilih tetap mendaki,” kata Yusuf.
Pendaki lainnya, Adi menilai, keberadaan jasa ojek cukup membantu dari sisi fisik, namun kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama.“Tenaga bisa terbantu dengan ojek, tapi tetap harus waspada karena kondisi alam bisa berubah,” kata Adi.
Sementara itu, Jody, pendaki pemula, mengaku memilih lebih berhati-hati dan tidak memaksakan diri. Menurutnya, peringatan keselamatan pasca longsor menjadi pertimbangan utama selama pendakian.
“Ini pendakian pertama saya, jadi saya benar-benar mengikuti arahan petugas. Keselamatan tetap yang utama,” pungkasnya.
Pengelola kawasan terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan pasca longsor. Wisatawan diimbau tidak lengah, mematuhi aturan keselamatan, serta segera melapor kepada petugas jika terjadi perubahan kondisi cuaca atau jalur selama berada di kawasan Gunung Papandayan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































