MALANG – Korps PMII Putri (KOPRI) Rayon “Kawah” Chondrodimuko sukses menuntaskan agenda kaderisasi formal Sekolah Islam dan Gender (SIG) yang berpuncak pada Minggu, 15 Februari 2025 lalu. Bertempat di Auditorium Gedung D UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni formal, melainkan titik awal bagi penguatan nalar keadilan gender yang berkelanjutan melalui forum lanjutan bertajuk KOPRI Insight.
Mengangkat tema “Rekonstruksi Pemahaman Gender dalam Islam di Tengah Transformasi Nilai Sosial dan Kekerasan Berbasis Gender”, SIG kali ini menjadi ruang dialektika intensif selama dua hari. Para peserta diajak membedah ulang konstruksi sosial yang sering kali membelenggu peran perempuan akibat interpretasi teks keagamaan yang bias gender.
“Pemilihan tema ini sangat krusial di era disrupsi. Kami ingin kader memiliki pisau analisis yang tajam untuk melihat hegemoni maskulinitas dan ketidakadilan yang masih sering terjadi di masyarakat maupun lingkungan akademisi,” ungkap panitia pelaksana.

Diskusi berlangsung progresif dengan menekankan bahwa Islam adalah agama yang memanusiakan manusia secara utuh (Rahmatan Lil ‘Alamin). Maka dari itu, pemaknaan teks harus diletakkan dalam koridor keadilan substansial yang inklusif, bukan sekadar pemahaman tekstual yang kaku.
Dari SIG Menuju KOPRI Insight Meski agenda formal SIG telah berakhir, KOPRI Rayon “Kawah” Chondrodimuko menegaskan bahwa gerakan ini tidak berhenti di balik sertifikat kelulusan. Sebagai bentuk tindak lanjut (Rencana Kerja Tindak Lanjut/RKTL), KOPRI meluncurkan forum KOPRI Insight. Forum ini didesain sebagai ruang pemantapan materi dan diskusi berkala untuk mengawal isu-isu gender secara lebih taktis dan mendalam.
Sahabat Rahmad Danuaji, dalam laporannya menekankan bahwa tanggung jawab ideologis para alumni SIG adalah melakukan advokasi nyata.
“Output dari SIG ini bukan sekadar status lulus, melainkan bagaimana nilai-nilai keadilan gender diimplementasikan dalam bentuk edukasi berkelanjutan. KOPRI Insight akan menjadi wadah kami untuk memastikan kobaran semangat Chondrodimuko ini tetap menyala dalam mengawal isu kekerasan berbasis gender (KBG),” jelasnya.

Dengan berakhirnya SIG, para kader KOPRI Rayon “Kawah” Chondrodimuko kini diharapkan mampu bertransformasi menjadi katalisator perubahan yang mampu mengintegrasikan nilai keislaman dengan semangat kesetaraan demi terwujudnya tatanan sosial yang lebih adil dan bermartabat.
Reporter: Rahmad Danuaji
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































