Generasi Z adalah generasi pertama yang tumbuh sepenuhnya dalam ekosistem digital. Karakteristik mereka yang adaptif, visual, dan berorientasi pada pengalaman langsung menuntut inovasi dalam model pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji urgensi penerapan pendekatan pembelajaran yang dipersonalisasi dalam pendidikan modern sebagai respons terhadap kebutuhan belajar Generasi Z (Huda, 2023).
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, dunia pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi. Namun pada kenyataannya, masih banyak guru yang mengajar berdasarkan kebiasaan lama dan preferensi pribadi, tanpa benar-benar memahami konsep pembelajaran efektif. Tidak jarang muncul anggapan bahwa semua proses belajar itu sama saja, karena tujuannya tetap “mencerdaskan peserta didik”. Padahal, pemikiran seperti ini tidak lagi relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.
Generasi saat ini—yang sering disebut generasi Gen Z—tumbuh dalam lingkungan digital yang serba cepat, interaktif, dan penuh informasi. Mereka membutuhkan pendekatan pembelajaran yang berbeda dari generasi sebelumnya. Guru tidak lagi cukup hanya menjelaskan materi; mereka harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, menarik, dan sesuai dengan karakter peserta didik modern. Hal inilah yang menjadi esensi dari pembelajaran efektif.
Pembelajaran efektif bukan sekadar metode mengajar yang “bagus”, tetapi serangkaian strategi yang benar-benar mampu mendorong peserta didik untuk aktif, berpikir kritis, dan memahami materi secara mendalam. Untuk mencapai itu, guru harus terus update—baik dalam metode pembelajaran maupun dalam penggunaan teknologi pendidikan. Penerapan media digital, platform pembelajaran, serta teknik interaktif bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Teknologi bukan membuat guru tergantikan, tetapi justru memperkuat peran mereka sebagai fasilitator pembelajaran.
Sayangnya, sebagian guru belum terbiasa atau belum sepenuhnya memahami cara memanfaatkan teknologi dan metode modern dalam kelas. Alhasil, pembelajaran cenderung monoton, kurang relevan, dan tidak mampu menarik perhatian peserta didik yang hidup dalam era serba visual dan cepat. Kondisi seperti ini jelas menghambat efektivitas pembelajaran.
Di sinilah peran guru menjadi sangat krusial. Keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam berkomunikasi, beradaptasi, dan memahami kebutuhan peserta didik. Mengajar generasi Gen Z berarti mengajar generasi yang kritis, kreatif, dan gemar bereksplorasi. Maka, guru pun harus siap berubah—siap mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan.
Pada akhirnya, pembelajaran efektif bukan hanya tentang metode, tetapi tentang kesediaan guru untuk berkembang. Pendidikan tidak boleh berjalan di tempat sementara dunia terus bergerak maju. Jika tujuan kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, maka pembaruan dalam praktik mengajar harus menjadi komitmen bersama. Guru yang terus belajar adalah kunci terwujudnya pembelajaran yang benar-benar efektif, modern, dan berdampak nyata bagi peserta didik masa kini.
Daftar Pustaka
Huda, N. Hal.1https://journal.lpkd.or.id/index.php/Dilan/article/view/2530
Dibuat oleh : Diasmitra Novia arsita dan Rahma sari, prodi pendidikan Guru sekolah dasar
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































