Pembangunan ruko kini menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di kawasan perkotaan. Selain mendukung aktivitas bisnis, keberadaan ruko juga membuka peluang kerja dan meningkatkan nilai suatu wilayah. Namun dalam praktiknya, proyek konstruksi seperti ini hampir selalu dihadapkan pada masalah klasik: keterlambatan.
Masalah ini bukan hal sepele. Ketika proyek molor dari jadwal, dampaknya langsung terasa pada biaya yang membengkak dan menurunnya efektivitas pekerjaan di lapangan. Hal serupa juga terjadi pada proyek pembangunan ruko 3 lantai di kawasan Citraland Surabaya yang semula ditargetkan selesai dalam 357 hari kalender.
Lalu, adakah cara untuk mempercepat proyek tanpa membuat biaya melonjak? Jawabannya ada, asalkan dilakukan dengan strategi yang tepat.
Salah satu pendekatan yang bisa digunakan adalah metode Time Cost Trade Off (TCTO). Metode ini membantu melihat hubungan antara waktu dan biaya, sehingga percepatan proyek tidak dilakukan secara asal, melainkan berdasarkan perhitungan yang matang.
Dalam penerapannya, perhatian difokuskan pada pekerjaan di lintasan kritis, yaitu rangkaian pekerjaan yang paling menentukan durasi keseluruhan proyek. Artinya, jika pekerjaan ini dipercepat, maka keseluruhan proyek juga bisa selesai lebih cepat.
Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menambah jam kerja lembur. Hasilnya cukup terasa. Pada pekerjaan balok praktis atau lantai beton lantai 2, penambahan lembur selama 3 jam per hari mampu memangkas durasi proyek menjadi 317 hari. Artinya, proyek bisa selesai 40 hari lebih cepat dari rencana awal.
Menariknya, percepatan ini tidak hanya berdampak pada waktu, tetapi juga pada biaya. Total biaya proyek justru bisa ditekan menjadi sekitar Rp917,57 juta, atau hemat sekitar Rp25,05 juta dibandingkan kondisi normal. Ini menunjukkan bahwa percepatan yang direncanakan dengan baik tidak selalu identik dengan pemborosan.
Secara keseluruhan, efisiensi yang diperoleh memang terlihat kecil secara persentase, yaitu sekitar 0,11% untuk waktu dan 0,27% untuk biaya. Namun dalam dunia konstruksi, angka tersebut tetap berarti, terutama jika diterapkan pada proyek dengan skala yang lebih besar.
Dari sini bisa dipahami bahwa mempercepat proyek tidak cukup hanya dengan menambah tenaga atau jam kerja. Yang lebih penting adalah mengetahui bagian mana yang benar-benar perlu dipercepat. Tanpa perhitungan yang tepat, upaya percepatan justru bisa berdampak sebaliknya.
Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa proyek konstruksi sebenarnya bisa dikelola dengan lebih cerdas. Dengan strategi yang tepat, proyek tidak hanya selesai lebih cepat, tetapi juga tetap efisien dari segi biaya.
Ditulis Oleh : Alvina Jana Via Duri, 1432100132, Prodi Teknik Sipil, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































