Surabaya, 9 Februari 2026 – Saidah Fatimah, atau akrab disapa Sachi, gadis suku Dayak asal desa terpencil di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan, telah menorehkan kisah inspiratif. Di usia 23 tahun, ia membuktikan latar belakang desa bukan penghalang untuk sukses internasional, berkat kemampuan hiper-polyglot dan kemandirian mutlak.
Tumbuh di komunitas mayoritas suku Kutai yang jarang berbahasa Indonesia, Sachi belajar otodidak. Ia fasih Dayak, Kutai, Banjar, Jawa, Sunda, Indonesia, dan Inggris—plus dasar Jepang serta Mandarin. “Inggris saya kuasai lewat film dan digital di desa terbatas,” katanya.
Momen krusial di usia 19 tahun (2023): Raih 100 juta pertama tanpa kuliah atau bantuan orang tua, sebagai video editor klien Amerika, Norwegia, dan China. Penasihat keuangan New York datang langsung ke Kalimantan, tawarkan beasiswa bergengsi—ditolak demi prinsip mandiri.
Keberaniannya terlihat saat solo traveler pertama ke luar negeri sendirian di usia 19, dan semua trip internasional berikutnya pun begitu. Introvert tangguh ini tekankan: “Desa bukan batas, tapi panggung global.”
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































