Di era digital saat ini, kemajuan teknologi elektronika membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia. Saat ini, banyak aktivitas, seperti komunikasi, transaksi keuangan, dan layanan publik, sangat bergantung pada sistem elektronik dan internet. Keamanan data digital adalah masalah besar yang tidak bisa diabaikan di balik kemudahan tersebut. Apabila data pribadi disimpan dalam sistem elektronik, mereka sangat rentan terhadap penyalahgunaan.
Indonesia menghadapi peningkatan ancaman keamanan siber dalam beberapa tahun terakhir. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melaporkan bahwa terjadi ratusan juta anomali trafik siber setiap tahunnya; ini menunjukkan aktivitas serangan seperti malware, phishing, dan ransomware. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah pesatnya kemajuan teknologi, sistem keamanan digital Indonesia masih menghadapi banyak masalah besar.
Serangan yang terjadi pada pusat data nasional pada tahun 2024 adalah salah satu kasus nyata yang sempat menjadi perhatian publik. Lebih dari empat puluh lembaga pemerintah terkena dampak serangan ransomware, menurut laporan Reuters, yang mengganggu berbagai layanan publik, termasuk layanan imigrasi di bandara. Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya infrastruktur elektronika, seperti server dan pusat data, sehingga masyarakat luas merasakan dampak gangguan.
Selain itu, kebocoran data pribadi adalah masalah utama. Ada dugaan kebocoran data yang signifikan, termasuk data kependudukan dan informasi pajak masyarakat, yang diungkapkan oleh beberapa laporan media, termasuk Tempo. Meskipun data pribadi merupakan bagian penting dari identitas setiap orang, kondisi ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap data tersebut masih kurang baik.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi sangat penting untuk digunakan sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai masalah tersebut. Teknologi tidak hanya harus mengejar efisiensi dan produktivitas, tetapi juga harus mempertimbangkan keadilan sosial dan kemanusiaan. Data pribadi adalah hak individu yang harus dilindungi, bukan hanya informasi. Akibatnya, kebocoran data dapat dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia.
Dari perspektif kemanusiaan, kehilangan keamanan data digital dapat berdampak langsung pada masyarakat. Informasi pribadi dapat digunakan untuk penipuan, pencurian identitas, dan kejahatan finansial. Ini pasti bertentangan dengan nilai kemanusiaan, yang mempertahankan martabat dan hak setiap orang. Selain itu, dari perspektif keadilan sosial, beberapa masyarakat tidak memiliki kemampuan untuk melindungi data mereka sendiri. Akibatnya, kemajuan teknologi membuat kelompok tertentu lebih rentan terhadap dampak negatifnya.
Pemerintah dan pemangku kebijakan juga memiliki peran yang sangat penting dalam menjamin keamanan data masyarakat. Dalam situasi seperti ini, prinsip kerakyatan Pancasila mengharuskan adanya kebijakan yang berfokus pada kepentingan rakyat. Agar teknologi dapat digunakan secara aman dan bertanggung jawab, peraturan yang kuat, sistem keamanan yang baik, dan pengawasan yang ketat diperlukan. Perkembangan teknologi justru dapat menyebabkan ketidaksamaan dan ketidakadilan di masyarakat jika tidak ada upaya yang dilakukan.
Menurut pendapat saya, kemajuan teknologi elektronika seharusnya diukur dengan seberapa canggih sistem yang digunakan dan seberapa aman teknologi tersebut bagi pengguna. Di era digital, keamanan data menjadi kebutuhan vital. Saya percaya bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila, terutama kemanusiaan dan keadilan sosial, sangat penting dalam mengarahkan kemajuan teknologi untuk tetap berpihak pada masyarakat. Oleh karena itu, teknologi dapat menjadi alat yang tidak hanya membuat kehidupan lebih mudah, tetapi juga dapat memberikan rasa aman dan keadilan bagi setiap orang di Indonesia.
Ditulis Oleh:
Cleony Laisha Andestin Mahasiswa Teknik elektronika fakultas vokasi Universitas negeri yogyakarta.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































