Jakarta Timur (24/1)- HIMA K3 Politeknik Ketenagakerjaan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dalam rangka Lanka Fest 2026 yang berlangsung di Aula Tridharma pada Sabtu (24/1). Kegiatan ini dihadiri oleh Muhammad Islam Nasution, S.T., M.Kes. selaku Ketua Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Politeknik Ketenagakerjaan, jajaran pimpinan dan dosen, perwakilan warga Kelurahan Ciracas, serta panitia Lanka Fest 2026.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan bagian dari Rangka Bulan K3 Festival (Lanka Fest) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (HIMA K3) Politeknik Ketenagakerjaan dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional. Kegiatan berlangsung di Politeknik Ketenagakerjaan, Jakarta Timur, dan dihadiri oleh dosen Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Kami mengundang peserta kegiatan berasal dari warga RT 006, 007, 008, 009 serta 012 yang berada di Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan serta penggunaan fire blanket dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai upaya tanggap darurat kebakaran, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasa masyarakat terkait penyebab, klasifikasi kebakaran, serta tindakan penanganan awal yang tepat dan aman.
Kegiatan diawali dengan Safety Induction dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya, selanjutnya acara dibuka dengan pembukaan dan sambutan oleh Nadhira Sabila pramesty selaku Ketua Pelaksana Lanka Fest 2026 serta Bapak Muhammad Islam Nasution, S.T., M.Kes selaku Ketua Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Politeknik Ketenagakerjaan. Dalam sambutannya, Muhammad Islam Nasution menyampaikan bahwa kegiatan PKM tersebut telah rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Kegiatan PKM ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Namun, pada tahun ini cakupannya kami perluas dengan mengundang warga sekitar kampus untuk datang langsung ke Politeknik Ketenagakerjaan dan mendapatkan pembelajaran dasar penanganan kebakaran. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di lingkungan sekitar kampus,” ujarnya
Pada sesi pemaparan materi pertama, Bapak Muhammad Islam Nasution menjelaskanr proses terjadinya api serta kondisi ketika api masih tergolong kecil dan masih dapat dikendalikan. Ia juga memaparkan situasi ketika api telah membesar sehingga memerlukan penanganan lanjutan oleh pihak berwenang. Dalam sesi ini, Bapak Muhammad Islam Nasution turut mengenalkan bentuk dan jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dimiliki oleh program studi K3 yang umum digunakan sebagai sarana penanganan awal kebakaran. Selanjutnya, mahasiswa Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja melanjutkan pemaparan mengenai unsur terjadinya kebakaran, penyebab dan klasifikasi kebakaran, jenis-jenis alat pemadam kebakaran, serta sosialisasi tanda tanda kebocoran gas LPG beserta langkah penanganan awal yang aman.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pemadaman api yang dipandu langsung oleh dua mahasiswa Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Politeknik Ketenagakerjaan. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan teknik penggunaan fire blanket, mulai dari cara memegang alat, menentukan posisi aman terhadap arah api, mengenali ciri-ciri api telah padam, hingga tahapan akhir pengambilan fire blanket setelah pemadaman selesai. Selain itu, peserta juga mendapatkan demonstrasi penggunaan APAR yang meliputi pembukaan segel pengaman, pengecekan fungsi awal, serta teknik penyemprotan ke arah api hingga api berhasil dipadamkan. Setelah sesi demonstrasi. Warga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung guna mengimplementasikan teknik-teknik yang telah dijelaskan. Praktik dilakukan secara bergantian dengan pendampingan panitia dan narasumber, sehingga peserta dapat memahami prosedur pemadaman api secara lebih aplikatif dan aman. Kegiatan praktik pemadaman dilaksanakan di luar Gedung Aula Tridharma Politeknik Ketenagakerjaan setelah penyampaian materi secara teori dan sesi tanya jawab telah dilaksanakan.

Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, HIMA K3 Politeknik Ketenagakerjaan berharap edukasi dan praktik yang diberikan dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan sekitar. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga wujud komitmen mahasiswa dalam mendukung terciptanya budaya sadar keselamatan, khususnya di wilayah sekitar kampus Politeknik Ketenagakerjaan.
Antusiasme Dan Respons Positif Peserta PKM

Antusiasme peserta terlihat selama rangkaian kegiatan berlangsung, terutama saat sesi penyampaian materi dan praktik pemadaman api. Salah satu peserta, Ibu Sulastri mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru mengenai potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar serta cara penanganannya. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat bermanfaat karena membantu peserta mengenali risiko kebakaran sekaligus langkah awal yang dapat dilakukan sebelum kondisi memburuk. “Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak kampus karena warga RT 09 sudah diundang untuk mengikuti PKM ini. Dengan adanya kegiatan ini dan materi yang disampaikan, kami jadi lebih paham tentang penyebab terjadinya kebakaran, bahaya kebakaran, serta bagaimana cara menanganinya. Selama ini kita sering menganggap sepele, padahal kalau sudah tahu caranya, kita bisa lebih siap,” ujar Ibu Sulastri.
Hal serupa juga disampaikan oleh Bapak Darussaini yang mengikuti langsung sesi praktik pemadaman api. Ia menilai simulasi praktik menjadi bagian penting dalam kegiatan ini karena memberikan pengalaman nyata bagi peserta untuk berani mencoba teknik pemadaman secara langsung. Menurutnya, praktik tersebut membuat peserta lebih percaya diri dalam menghadapi kemungkinan kebakaran di lingkungan sehari-hari. Kita memang harus berani mencoba praktik seperti ini. Mau tidak mau, karena kita tidak pernah tahu kapan kebakaran bisa terjadi. Dengan adanya simulasi ini, setidaknya kitaa sudah tahu bagaimana cara penanganannya,” ungkap Bapak Darussaini.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































