Pasuruan – MAN 1 Pasuruan menggelar kegiatan Pondok Ramadhan bertema “Merajut Ilmu dan Iman dalam Bingkai Akhlak di Bulan yang Penuh Berkah.” Kegiatan ini berlangsung pada 7–13 Maret dan diikuti oleh seluruh siswa secara bergiliran sesuai jenjang kelas, yakni kelas XII pada 7-9 Maret, kelas XI pada 10–11 Maret, serta kelas X pada 12–13 Maret.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti berbagai rangkaian aktivitas keagamaan yang dimulai dari registrasi atau absensi peserta, dilanjutkan dengan shalat dhuha berjamaah, kajian Kitab Washiyatul Mustofa, serta pembayaran zakat fitrah. Pada hari pertama kegiatan diisi dengan ceramah agama, sedangkan hari kedua dilaksanakan khotmil Qur’an yang kemudian ditutup dengan shalat dhuhur berjamaah.
Ketua OSIM MAN 1 Pasuruan, Abdul Rochman, mengatakan bahwa kegiatan Pondok Ramadhan bertujuan membentuk karakter siswa agar memiliki akhlak yang baik serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap ajaran agama.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk karakter siswa-siswi MAN 1 Pasuruan agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, sopan santun, serta lebih memahami ajaran agama dan amalan-amalan yang dapat dilakukan selama bulan Ramadhan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, panitia OSIM juga menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya mengatur barisan peserta saat kegiatan berlangsung di tengah cuaca yang cukup panas. Selain itu, panitia juga perlu mengingatkan beberapa siswa yang belum menunaikan kewajiban pembayaran zakat.
Meski demikian, kegiatan tetap berjalan lancar karena para siswa dinilai telah memiliki pemahaman dan sikap yang baik selama mengikuti kegiatan.

Sementara itu, Nadhifatur Nur Rahma, Wakil Ketua OSIM MAN 1 Pasuruan, berharap kegiatan Pondok Ramadhan dapat memberikan dampak positif terhadap kebiasaan ibadah para siswa.
“Kami berharap setelah mengikuti Pondok Ramadhan, siswa-siswi dapat menjadi lebih baik, seperti membiasakan shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an setiap hari, serta mengikuti kajian keagamaan. Kebiasaan tersebut diharapkan tetap dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan ketika hari libur,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Muchammad Khoirul Umam, siswa kelas XII MAN 1 Pasuruan, mengaku senang dapat mengikuti Pondok Ramadhan karena dapat menambah wawasan keagamaan.
“Saya senang karena bisa membaca kitab dan menambah wawasan ilmu keagamaan,” ujarnya. Ia menilai kegiatan kajian kitab menjadi bagian yang paling berkesan karena dapat mempelajari lebih dalam ilmu agama, termasuk mengenal dasar-dasar nahwu dan shorof yang dijelaskan oleh pengajar.

Sebagai siswa yang akan segera lulus, ia juga berharap kegiatan Pondok Ramadhan ke depan dapat berjalan lebih tertib dengan meningkatkan kedisiplinan peserta.
Di sisi lain, Ketua OSIM MAN 1 Pasuruan Abdul Rochman berharap kegiatan Pondok Ramadhan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan siswa sehari-hari.
“Kami berharap setelah Pondok Ramadhan ini, siswa-siswi MAN 1 Pasuruan bisa terus mengamalkan kebiasaan baik yang telah dilakukan selama kegiatan, seperti shalat dhuha di pagi hari, membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian keagamaan, serta mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memperoleh tambahan ilmu keagamaan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai positif tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































