Mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Mataram telah melaksanakan Praktik Kuliah Lapangan (PKL) di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) wilayah Nusa Tenggara Barat sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi akademik sekaligus upaya memahami persoalan kesehatan masyarakat secara langsung di lapangan. Kegiatan ini secara khusus menyoroti tantangan sosial dalam program eliminasi tuberkulosis (TB) di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
PKBI NTB merupakan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang aktif bergerak di bidang kesehatan reproduksi, keluarga berencana dan berbagai isu kesehatan masyarakat lainnya, termasuk terlibat dalam program pencegahan dan pengendalian TB di sejumlah wilayah seperti Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa, dan Bima.
Program eliminasi TB yang dijalankan menekankan intervensi sosial melalui pendekatan berbasis komunitas antara lain investigasi kontak, pendampingan pasien, edukasi kesehatan, penyuluhan terkait Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), serta penguatan peran kader masyarakat. Pendekatan ini dipandang penting karena keberhasilan pengendalian TB tidak hanya ditentukan oleh layanan medis, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat, kondisi sosial, serta kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.
Selama menjalani PKL, mahasiswa melakukan riset lapangan melalui wawancara dengan staf program, kader, programmer, koordinator TB di berbagai kabupaten, serta pihak terkait lainnya. Mahasiswa juga terlibat dalam pengamatan kegiatan komunitas, turun lapangan mengunjungi rumah pasien, diskusi program, hingga penyusunan rekomendasi berbasis temuan lapangan. Dari keterlibatan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran nyata bahwa eliminasi TB merupakan persoalan kompleks yang melibatkan dimensi sosial, budaya dan struktural.
Hasil temuan menunjukkan bahwa stigma terhadap pasien TB masih kuat di masyarakat. Tuberkulosis kerap dikaitkan dengan penyakit aib, turunan, bahkan hal mistis karena gejalanya seperti batuk berdarah. Stigma tersebut membuat banyak individu enggan melakukan pemeriksaan atau pengobatan. Selain itu, literasi kesehatan masyarakat terkait tuberkulosis masih cenderung rendah. Tidak sedikit pasien yang tidak merasa perlu berobat karena belum merasakan gejala berat, meskipun telah dinyatakan positif TB melalui pemeriksaan. Sebagian masyarakat baru menganggap diri sakit ketika tidak mampu beraktivitas, sehingga pengobatan sering tertunda atau tidak dijalankan secara konsisten.
Tantangan lain muncul dalam penerimaan terhadap Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Sebagian kontak erat pasien masih menolak menjalani terapi karena kurang memahami manfaat atau khawatir terhadap efek samping obat. Hal ini berdampak pada upaya pencegahan penularan di tingkat keluarga.
Mahasiswa PKL juga melihat bahwa tenaga pendamping di PKBI tidak hanya berperan dalam aspek teknis kesehatan, tetapi juga sebagai penghubung antara pasien, keluarga, fasilitas kesehatan, dan pemerintah. Namun, keterbatasan jumlah kader, beban kerja, dan motivasi yang tidak merata di setiap wilayah turut mempengaruhi efektivitas intervensi komunitas.
Upaya eliminasi TB juga diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. PKBI NTB menjalankan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Institut Perempuan untuk Perubahan Sosial Nusa Tenggara Barat (InSPIRASI NTB), Dinas Kesehatan, Ombudsman, rumah sakit, puskesmas, serta pemerintah daerah untuk mendorong advokasi kebijakan, penguatan sistem layanan, dan pengawasan pelayanan publik. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, mahasiswa Sosiologi Universitas Mataram memahami bahwa kontribusi ilmu sosial sangat dibutuhkan dalam merancang intervensi kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































