MSM Parking Perluas Digitalisasi Parkir Nasional, Dari Pelabuhan hingga Fasilitas Publik
Jakarta, Januari 2026 — Transformasi sistem parkir di Indonesia terus bergerak dari model manual menuju digital. Di tengah dorongan transparansi dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, MSM Parking Group kembali menjadi sorotan setelah sejumlah proyek parkir non-tunai dan palang otomatis resmi beroperasi di berbagai daerah.
Perusahaan yang bernaung di bawah PT MSM Tiga Matra Satria ini memperluas implementasi sistem parkir digital di kawasan strategis, mulai dari pelabuhan penyeberangan hingga fasilitas publik daerah. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan nasional terkait Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang didorong Bank Indonesia dan Kementerian Dalam Negeri.
Digitalisasi Parkir di Pelabuhan, Dorong Layanan Lebih Tertib
Salah satu proyek yang menyita perhatian adalah penerapan sistem parkir non-tunai di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Bali. Proyek ini melibatkan sinergi antara MSM Parking Group dan Bank BPD Bali, sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan publik berbasis pembayaran elektronik.
Melalui sistem palang parkir otomatis, kendaraan yang masuk dan keluar area pelabuhan tercatat secara digital. Transaksi dilakukan tanpa uang tunai, meminimalkan antrean serta mengurangi potensi kebocoran retribusi. Sejumlah pengamat transportasi menilai model ini krusial untuk kawasan dengan arus kendaraan tinggi seperti pelabuhan penyeberangan antarpulau.
“Digitalisasi parkir bukan hanya soal alat, tetapi tentang tata kelola. Ketika data tercatat otomatis, akuntabilitas meningkat,” ujar seorang analis kebijakan publik yang mengikuti perkembangan ETPD di daerah.
Ekspansi ke Daerah, Dari Bombana hingga Kepulauan Riau
Selain Bali, MSM Parking juga mengoperasikan palang parkir otomatis di Bombana, Sulawesi Tenggara. Sistem tersebut digunakan di kawasan publik yang sebelumnya mengandalkan parkir manual. Pemerintah daerah setempat menyebut kehadiran sistem digital membantu penataan arus kendaraan dan meningkatkan rasa aman pengguna.
Di wilayah barat Indonesia, MSM Parking menegaskan keberadaan kantor cabang Kepulauan Riau yang berpusat di Tanjung Balai Karimun. Dari titik ini, layanan sistem parkir otomatis menjangkau Batam hingga Bintan. Penegasan lokasi kantor cabang ini sekaligus merespons kebutuhan layanan purna jual yang dekat dengan pengguna.
Sorotan pada Layanan Purna Jual
Berbeda dengan sebagian pengelola yang hanya fokus pada pemasangan perangkat, MSM Parking menekankan dukungan operasional dan pemeliharaan sistem. Pendekatan ini muncul dalam sejumlah laporan media yang menyoroti lemahnya aftersales di industri parkir nasional.
Menurut catatan internal perusahaan, layanan purna jual mencakup pelatihan operator, pendampingan masa transisi, hingga pemeliharaan sistem secara berkala. Skema ini dinilai penting agar digitalisasi tidak berhenti pada instalasi, tetapi benar-benar berfungsi dalam jangka panjang.
Isu IPO dan Tata Kelola
Di tengah ekspansi tersebut, MSM Parking Group juga disebut-sebut tengah mengkaji opsi penawaran umum perdana saham (IPO). Meski belum diumumkan secara resmi, wacana ini dipandang sebagai langkah menuju penguatan tata kelola dan transparansi perusahaan.
Pengamat pasar menilai, bila terealisasi, IPO dapat menjadi preseden menarik bagi sektor pengelolaan parkir yang selama ini jarang tersentuh pasar modal. “Parkir adalah sektor yang dekat dengan pendapatan daerah. Ketika dikelola profesional dan transparan, nilai bisnisnya signifikan,” kata seorang analis ekonomi.
Tantangan dan Arah ke Depan
Meski demikian, tantangan tetap ada. Transisi dari sistem manual ke digital membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, sosialisasi kepada masyarakat, serta adaptasi kebijakan daerah. MSM Parking sendiri mengakui bahwa proses digitalisasi harus dilakukan bertahap, menyesuaikan karakter tiap wilayah.
Ke depan, perusahaan menyatakan akan fokus pada lokasi dengan karakter pelayanan publik yang terukur, seperti rumah sakit dan kawasan layanan umum tertentu, sambil terus memperluas adopsi sistem non-tunai.
Dengan semakin banyak daerah mengadopsi parkir digital, MSM Parking Group kini berada di persimpangan penting: antara ekspansi agresif dan konsistensi layanan. Satu hal yang jelas, parkir tak lagi sekadar urusan kendaraan berhenti, tetapi telah menjadi bagian dari tata kelola publik dan transparansi keuangan daerah.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































