Public Cup 2025, Menyalakan Semangat Olahraga, Solidaritas, dan Kesehatan Mental Pemuda
Tahun ini, Public Cup 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Divisi Minat dan Bakat Jurusan Administrasi Publik Universitas Diponegoro kembali menjadi wadah bagi para pelajar SMA dan mahasiswa di Kota Semarang untuk menyalurkan bakat dan semangat mereka dalam dunia olahraga. Kompetisi ini akan digelar di Stadion UNDIP pada 12–19 Oktober 2025, dengan tujuan menumbuhkan nilai-nilai sportivitas, solidaritas, serta pengembangan potensi generasi muda.
Mengusung tema “Gelora Dharma Laga”, Public Cup 2025 mengandung makna semangat untuk menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran dalam setiap pertandingan. Tema ini mendorong baik pemain maupun penonton untuk berpartisipasi dalam suasana kompetisi yang sehat dan beretika. Namun, di balik semangat besar tersebut, terdapat sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama.
Di Semarang, turnamen futsal ini diikuti oleh lima sekolah menengah atas dan enam jurusan dari universitas, menjadikannya salah satu ajang olahraga paling dinanti oleh kalangan muda. Public Cup bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana berkumpul, membangun relasi, serta menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga dan pengembangan bakat.
Sebagai olahraga yang menuntut kerja sama tim, futsal melatih peserta untuk mengasah kecepatan, ketangkasan, serta koordinasi tubuh. Lebih dari itu, futsal menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan berkolaborasi. Melalui turnamen ini, peserta diharapkan mampu mengambil keputusan cepat, berkomunikasi efektif, dan menunjukkan jiwa kepemimpinan. Seperti yang disampaikan oleh Arya Faiz, Ketua Pelaksana Public Cup 2025, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi pemain muda yang berbakat dan berkarakter. Hal ini sejalan dengan penelitian Holt et al. (2017) yang menunjukkan bahwa olahraga tim dapat mengembangkan keterampilan sosial dan emosional seperti kepercayaan diri, komunikasi, serta ketahanan mental, yang bermanfaat dalam kehidupan akademik maupun profesional.
Selain manfaat fisik dan sosial, Public Cup 2025 juga menyoroti pentingnya kesehatan mental remaja. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI (2023), sekitar 20% remaja berusia 15–24 tahun mengalami masalah mental seperti stres, kecemasan, dan depresi, yang sebagian besar disebabkan oleh tekanan akademik, ekspektasi sosial, serta penggunaan media sosial yang berlebihan. Minimnya aktivitas fisik turut memperburuk kondisi ini. Menurut penelitian Penedo dan Dahn (2005), olahraga dapat memicu pelepasan hormon endorfin yang berfungsi mengurangi stres dan meningkatkan kebahagiaan. Sementara itu, penelitian oleh Willermark dan Islind menunjukkan bahwa olahraga juga memperkuat dukungan sosial, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan mental individu.
Meski memiliki banyak sisi positif, Public Cup 2025 tetap memiliki beberapa hal yang perlu ditingkatkan. Pertama, cakupan pesertanya masih terbatas pada wilayah Kota Semarang. Ke depannya, panitia dapat mempertimbangkan untuk membuka partisipasi bagi peserta dari luar daerah, seperti kabupaten lain di Jawa Tengah, bahkan tingkat nasional, agar lebih inklusif. Kedua, dari segi pendanaan, meskipun dukungan sponsor dan media partner sudah cukup baik, sistem pengelolaan dana jangka panjang perlu diperkuat untuk menjamin keberlanjutan acara di masa depan.
Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, Public Cup juga bisa menjadi wadah untuk mengampanyekan gaya hidup sehat dan pentingnya menjaga kesehatan mental. Kegiatan ini akan lebih bermakna jika melibatkan pakar kesehatan atau psikolog, serta memanfaatkan media sosial secara maksimal untuk promosi dan edukasi.
Keberhasilan acara ini tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak seperti sponsor, mitra media, dan komunitas akademik. Dukungan finansial dari sponsor memastikan acara berjalan lancar, sementara media membantu memperluas jangkauan publikasi. Partisipasi aktif para pelajar, mahasiswa, dan panitia turut menciptakan suasana yang energik dan penuh semangat. Namun, agar keberlanjutan acara tetap terjaga, kolaborasi lintas sektor perlu diperkuat. Misalnya, universitas dapat menjadikan Public Cup sebagai bagian dari program pembinaan karakter mahasiswa, sementara pemerintah daerah dapat mendukungnya sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga dan kesehatan.
Pada akhirnya, Public Cup 2025 bukan hanya sebuah turnamen futsal, melainkan juga bentuk nyata dari gerakan solidaritas, penguatan kesehatan mental, dan pembinaan karakter generasi muda. Dengan tema “Gelora Dharma Laga”, acara ini berhasil mempererat hubungan sosial antar pelajar dan mahasiswa di Semarang melalui kompetisi yang sehat dan positif. Untuk memberikan dampak yang lebih luas, perlu langkah strategis seperti memperluas akses, memperbaiki pengelolaan dana, dan memperkuat promosi digital. Dengan dukungan bersama, Public Cup 2025 berpotensi menjadi ikon olahraga muda Indonesia yang menginspirasi semangat sehat, tangguh, dan bersatu.
Daftar Pustaka
Azalia, D. Y., & Wijaya, A. (2024). The Influence of Futsal on the Development of Life Skills of Students at Public Junior High School 1 Parongpong. ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation, 6(2), 123-135.
Holt, N. L., et al. (2017). Positive Youth Development Through Sport. Routledge
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan Kesehatan Mental Pemuda Indonesia (berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia/SKI 2023 dan I-NAMHS.
Penedo, F. J., & Dahn, J. R. (2005). Exercise and well-being: A review of mental and physical health benefits associated with physical activity. Current Opinion in Psychiatry, 18(2), 189–193
Wilopo, S. A., et al. (2023). Burden of Adolescent Mental Disorders in Indonesia: Results from Indonesia’s First National Mental Health Survey (I-NAMHS). International Journal of Mental Health Systems, 17(1), 1-12.
Informasi dari :
Nama : Nayla Aidatusofa (14020125140154)
Email : naylaaida1399@gmail.com
Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Diponegoro.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































