Tasikmalaya — Transformasi signifikan terjadi dalam tubuh Mojang Jajaka MAN 3 Tasikmalaya. Organisasi yang sebelumnya bersifat simbolik dan hanya diisi oleh satu pasang pemenang, kini beralih menjadi wadah yang aktif, terstruktur, dan memiliki peran nyata dalam kegiatan sekolah.
Perubahan ini digagas oleh Acep Deni Firmansyah, Koordinator Sekbid IV (Prestasi Akademik, Seni, dan Olahraga) yang sekaligus telah menjadi pembimbing Mojang Jajaka MAN 3 Tasikmalaya. Ia melihat bahwa sistem sebelumnya tidak memungkinkan program kerja berjalan secara optimal.
“Jika hanya mengandalkan satu pasang Mojang Jajaka, maka ruang gerak dan kontribusi menjadi sangat terbatas. Perlu adanya pengembangan struktur agar organisasi ini benar-benar hidup,” ungkap Acep.
Berangkat dari evaluasi tersebut, dilakukan reformasi tatanan organisasi dengan menambah jumlah anggota menjadi tiga pasang Mojang Jajaka. Langkah ini merupakan bentuk adaptasi dari sistem Mojang Jajaka di tingkat daerah, yang memang memiliki struktur lebih luas dan pembagian tugas yang jelas.
Dengan formasi baru, setiap pasangan kini memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing, mulai dari representasi sekolah, pengembangan budaya, hingga keterlibatan dalam berbagai kegiatan akademik dan non-akademik. Hal ini membuat Mojang Jajaka tidak lagi sekadar simbol prestise, melainkan menjadi bagian aktif dalam dinamika sekolah.
Reformasi awal ini juga ditandai dengan dibentuknya akun media sosial resmi Mojang Jajaka MAN 3 Tasikmalaya sebagai sarana publikasi, dokumentasi, dan penguatan eksistensi organisasi di ruang digital. Meskipun pada awalnya langkah ini sempat mendapat respon negatif dari beberapa angkatan sebelumnya, kebijakan tersebut tetap dijalankan sebagai bagian dari upaya pembaruan dan keberlanjutan organisasi ke arah yang lebih baik.
Saat ini, struktur Mojang Jajaka MAN 3 Tasikmalaya diisi oleh tiga pasang, yaitu Revan Rizky Pratama sebagai Jajaka Pinilih dan Kaisya Durrotu Afnan sebagai Mojang Pinilih. Posisi Wakil 1 diisi oleh Fiqri Syarif Nugraha sebagai Jajaka Wakil 1 dan Intan Aryanti sebagai Mojang Wakil 1, sedangkan Wakil 2 diisi oleh Revan Gustiana sebagai Jajaka Wakil 2 dan Aurora Rahma Putri Darmawan sebagai Mojang Wakil 2.
Pihak sekolah memberikan respon positif terhadap perubahan ini. Reformasi dinilai mampu meningkatkan eksistensi Mojang Jajaka sekaligus mendukung program kerja OSIS, khususnya dalam bidang seni, budaya, dan prestasi.
Sejak diterapkannya sistem baru, Mojang Jajaka MAN 3 Tasikmalaya mulai menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan. Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah, membantu penguatan citra sekolah, serta menjadi representasi siswa dalam acara formal maupun non-formal.
Reformasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun organisasi siswa yang lebih profesional, adaptif, dan berdaya guna, serta mampu menjadi contoh bagi pengelolaan Mojang Jajaka di lingkungan sekolah lainnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































