Panti Sosial Rehabilitasi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) menjadi salah satu garda terdepan dalam memberikan pendampingan komprehensif bagi anak-anak yang pernah terlibat permasalahan hukum. Melalui program Pendidikan Luar Sekolah (PLS), panti ini berupaya mengembalikan hak anak untuk memperoleh pendidikan, pembinaan karakter, serta keterampilan hidup sebagai bekal menghadapi masa depan.
Berdasarkan observasi yang dilakukan, saat ini panti membina 11 anak, dengan kapasitas maksimal mencapai 25 anak. Seluruh peserta binaan menjalani kegiatan harian yang terstruktur, mulai dari pembelajaran akademik dasar, bimbingan karakter, hingga pelatihan keterampilan seperti bengkel las, otomotif sepeda motor, dan pertukangan kayu.
Pembelajaran tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga peningkatan kedisiplinan dan kemampuan mengelola emosi. Pendampingan dilakukan oleh pekerja sosial, instruktur keterampilan, dan konselor psikologi yang memiliki peran penting dalam memulihkan kondisi mental, sekaligus menumbuhkan motivasi baru bagi anak-anak.
> “Keterampilan yang kami pelajari bisa membantu saat kembali ke kampung halaman nanti,” ujar salah satu peserta binaan saat ditemui dalam sesi praktik.
Meski program berjalan cukup efektif, panti masih menghadapi sejumlah tantangan. Fasilitas pelatihan yang terbatas serta perawatan peralatan yang membutuhkan biaya besar menjadi kendala utama. Selain itu, motivasi belajar anak sering kali berubah-ubah dan membutuhkan pendekatan yang lebih personal. Perbedaan latar belakang sosial dan pengalaman traumatis juga menjadikan pendampingan psikologis membutuhkan penanganan lebih intensif.
Kendati begitu, panti memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Tenaga pendidik yang berdedikasi tinggi dan jaringan kemitraan dengan berbagai lembaga eksternal menjadi modal penting. Kerja sama dengan lembaga vokasi dan industri diharapkan dapat membuka peluang magang atau pelatihan lanjutan bagi para anak binaan.
Melihat kondisi tersebut, dibutuhkan dukungan lebih besar dalam bentuk peningkatan fasilitas pelatihan, penambahan jenis program vokasional yang lebih beragam, serta konseling berkelanjutan agar proses rehabilitasi berjalan optimal. Dokumentasi perkembangan anak juga perlu diperkuat sebagai dasar evaluasi program.
Melalui pembinaan yang terpadu antara pendidikan, psikologis, dan keterampilan hidup, Panti Sosial Rehabilitasi ABH berkomitmen membantu anak-anak kembali percaya diri serta siap menghadapi masa depan dengan lebih baik—tanpa mengulang kesalahan yang sama.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































