SIARAN BERITA. Sidoarjo (13/03/26) – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, generasi muda semakin menunjukkan perannya sebagai penggerak inovasi. Salah satunya adalah Satria Mika Narendra, pemuda berusia 18 tahun kelahiran 2007 berhasil menginisiasi sebuah komunitas teknologi bernama “Teman Coding.” yang tercatat berdiri sejak tahun 2024.
Komunitas ini lahir dari gagasan sederhana: menciptakan ruang belajar yang terbuka bagi siapa saja yang ingin memahami dunia pemrograman dan teknologi digital. Melalui wadah tersebut, Satria ingin membangun lingkungan kolaboratif di mana para pemula hingga penggiat teknologi dapat belajar bersama, berdiskusi, serta mengembangkan proyek secara kolektif.
Saat ini, Satria tercatat sebagai mahasiswa semester dua di Program Studi Teknik Informatika (TIF), Politeknik Negeri Jember Kampus 4 Sidoarjo Lingkungan akademik yang ia jalani semakin memperkuat minatnya dalam bidang teknologi, khususnya pada pengembangan web (web development).
Sebagai mahasiswa yang masih berada di tahun pertama perkuliahan, Satria menyadari bahwa pemahaman teknologi tidak cukup hanya diperoleh dari teori di ruang kelas. Menurutnya, proses belajar akan jauh lebih efektif jika disertai praktik nyata dan kolaborasi dengan sesama penggiat teknologi. Dari pemikiran tersebut, lahirlah komunitas Teman Coding yang kini menjadi ruang belajar bersama bagi banyak anak muda.
Selain aktif membangun komunitas, Satria juga dikenal produktif dalam mengembangkan berbagai proyek teknologi. Fokus utamanya berada pada bidang pengembangan web yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan praktis di masyarakat.
Beberapa proyek yang ia kerjakan antara lain sistem presensi magang berbasis web menggunakan PHP yang dirancang agar proses pencatatan kehadiran menjadi lebih efisien. Ia juga tengah mengembangkan platform gamifikasi pengelolaan sampah berbasis web yang menggabungkan konsep edukasi dan teknologi digital agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih interaktif.
Tidak hanya terbatas pada pengembangan web, rasa ingin tahunya terhadap teknologi juga membawanya menjelajahi bidang lain. Salah satu eksperimen teknologinya adalah pengembangan alat pendeteksi kecelakaan sekaligus pencegah microsleep bagi pengendara motor berbasis Internet of Things (IoT).
Berbagai proyek dan rekam jejak pengembangan teknologi yang ia lakukan terdokumentasi dalam repositori GitHub miliknya.
Sementara itu, informasi lengkap mengenai karya, proyek, serta perjalanan profesionalnya dapat diakses melalui situs portofolio pribadinya.
Ia juga menegaskan bahwa Teman Coding terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan berkembang di dunia teknologi. Melalui grup WhatsApp Teman Coding, para anggota dapat saling bertukar ilmu, berdiskusi, dan membangun karya bersama di bidang IT.
Melalui komunitas Teman Coding, Satria berharap dapat menghadirkan ruang yang tidak hanya menjadi tempat belajar pemrograman, tetapi juga menjadi sarana kolaborasi untuk melahirkan ide-ide teknologi baru dari generasi muda.
Kisah Satria Mika Narendra menjadi bukti bahwa usia bukanlah batasan untuk memulai langkah besar. Dengan semangat belajar, konsistensi, serta keinginan untuk berbagi ilmu, seorang pemuda berusia 18 tahun pun dapat mengambil peran dalam membangun masa depan digital Indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































