Kediri (2/1) Asyhari Eko Prayitno, Sekretaris DPD LDII Kota Kediri sekaligus Humas Ponpes Wali Barokah memberikan Nasehat Ba’da Jumat pada Jemaah salat jumat di Ponpes Wali Barokah, pada Jumat (2/1). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat keimanan, menjaga kemurnian niat dalam beramal, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap tantangan moral yang kian kompleks di era modern.
Dalam nasehatnya, ia menekankan bahwa niat adalah penentu nilai sebuah amal. Serta mengingatkan agar setiap individu selalu menghadirkan niat karena Allah SWT dalam tiga fase: sebelum, saat, dan setelah beramal.
“Amal yang besar bisa menjadi sia-sia jika tidak dilandasi keikhlasan. Semua harus disetting lillahi ta’ala agar mendatangkan keberkahan dan diterima oleh Allah SWT,” ujarnya.
Memasuki tanggal 2 Januari 2026, ia menyoroti tantangan zaman yang semakin berat. Mengutip hadits Rasulullah SAW dari Anas bin Malik, beliau menjelaskan bahwa tahun mendatang cenderung lebih jelek kondisinya daripada tahun sebelumnya, serta membawa kondisi moral yang lebih berat mempertahankan kebaikan.
“Meskipun teknologi berkembang pesat, realita menunjukkan adanya penurunan adab, seperti berkurangnya rasa hormat pelajar terhadap guru dan menipisnya etika sosial. Menanggapi fenomena hura-hura akhir tahun, pemuda LDII kami arahkan untuk tetap fokus pada kegiatan positif,” ujarnya
“Kegiatan pengajian rutin di tingkat PAC, PC, hingga DPD adalah benteng utama kita. Di saat banyak terjadi fitnah zaman, maka ilmu agama adalah cahaya yang menghidupkan hati agar tetap dalam keimanan,” tambahnya merujuk pada HR. Ibnu Majah.
Salah satu poin menarik dalam nasehat tersebut adalah pembahasan mengenai enam nikmat Utama, yakni Sehat, Waras, Longgar, Aman, Hidup, dan Hidayah.
Ia memberikan perumpamaan matematis yang mengena, yakni lima nikmat pertama ibarat angka “nol”, sedangkan hidayah adalah angka “satu” di depannya. Tanpa hidayah, nikmat lainnya kehilangan nilai hakikinya. Karena hidayah adalah anugerah istimewa dari Allah, maka syukur harus diwujudkan melalui peningkatan ketaatan.
“Maka enam nikmat tersebut adalah nikmat yang saling berkesinambungan, tidak bisa lepas antara satu dengan yang lainnya,” ungkapnya.
Sebagai penutup, jemaah diajak untuk melakukan muhasabah (evaluasi diri) memasuki tahun 2026 Masehi dan 1447 Hijriah. Harapannya, dengan meningkatnya pemahaman agama dan amal ibadah, jamaah dapat tetap istiqamah hingga akhir hayat (husnul khatimah).
“Semoga dengan memasuki tahun 2026, lebih bisa menjadikan kita semangat amal ibadahnya dan membuat meningkat keimanannya, sehingga bisa meninggikan derajat surganya,” pungkasnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































