Seminar Online BKI Iain Langsa “Isu Kekinian: Fomo, Flexing, dan Hedonisme Digital
Langsa – Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) melaksanakan seminar daring melalui platform Zoom Meetingpada hari ini, Jumat 21 November 2025, dengan menghadirkan narasumber Audina Ulfa Sinaga, S.Pd., M.Pd. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini mengusung tema “Isu Kekinian: FOMO, Flexing, dan Hedonisme Digital.”
Seminar ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa BKI. Acara berlangsung dengan penuh antusias, terlihat dari partisipasi aktif para peserta selama sesi pemaparan maupun diskusi.
Dalam penyampaiannya, narasumber menjelaskan tentang fenomena FOMO (Fear of Missing Out) yang semakin banyak dialami oleh generasi muda akibat tingginya paparan media sosial dan tuntutan mengikuti tren. FOMO dinilai menjadi salah satu pemicu kecemasan sosial, rasa tidak puas dengan diri sendiri, hingga perilaku konsumtif.
Materi kemudian berlanjut pada pembahasan mengenai flexing, yakni perilaku pamer gaya hidup di media sosial yang kini banyak ditemui di berbagai kalangan. Menurut narasumber, budaya flexing dapat memicu tekanan sosial, irasionalitas dalam pengeluaran, hingga terbentuknya standar hidup semu.
Selanjutnya, hedonisme digital menjadi bagian penting dalam diskusi. Hedonisme digital dijelaskan sebagai kecenderungan individu mengejar kesenangan instan melalui aktivitas daring, seperti belanja online berlebihan, konsumsi hiburan nonstop, hingga penggunaan media sosial tanpa batas. Narasumber menekankan bahwa fenomena ini muncul akibat kemudahan akses teknologi yang tidak diimbangi dengan literasi digital dan kontrol diri.
Dalam penjelasannya, Audina Ulfa Sinaga, S.Pd., M.Pd. menegaskan perlunya kesadaran diri, penguatan karakter, dan pendampingan konseling untuk membantu generasi muda menghadapi tantangan kehidupan digital. Ia menyoroti pentingnya peran keluarga, sekolah, serta konselor dalam membimbing remaja agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan sehat.
Seminar berlangsung dengan interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan tanggapan dari peserta. Mereka mengaku memperoleh wawasan baru terkait dinamika perilaku digital yang kini berkembang pesat di masyarakat.
Di akhir kegiatan, narasumber menegaskan pentingnya membangun budaya digital yang positif serta menanamkan nilai-nilai moderasi, pengendalian diri, dan etika bermediasosial. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan pengisian daftar hadir.
Seminar ini diharapkan mampu memberikan pemahaman komprehensif bagi peserta dalam menyikapi fenomena FOMO, flexing, dan hedonisme digital, serta mendorong penggunaan teknologi yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































