Bengkulu – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bengkulu terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia pemasyarakatan melalui kegiatan sharing knowledge Pembimbing Kemasyarakatan (PK). Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Asesmen RRI dan Kriminogenik bagi Calon Asesor Pemasyarakatan yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di Aula Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu.
Kegiatan ini diikuti oleh 12 calon Asesor Pemasyarakatan, terdiri dari tujuh petugas Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu dan lima petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup. Pelatihan bertujuan memperkuat kapasitas petugas dalam memahami dan menerapkan asesmen risiko residivisme serta faktor kriminogenik secara profesional, objektif, dan terstandar.
Dalam kegiatan tersebut, Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Kelas I Bengkulu berperan aktif sebagai narasumber utama dalam transfer pengetahuan. Materi pengantar Asesmen RRI dan Kriminogenik disampaikan oleh Imran Hasyim, yang menekankan pentingnya asesmen sebagai dasar pengambilan keputusan pembinaan dan pembimbingan klien pemasyarakatan agar lebih tepat sasaran.
Sementara itu, materi teknis penggunaan instrumen asesmen disampaikan oleh Beben Kurdiono. Ia memaparkan tahapan pelaksanaan asesmen, teknik pengisian instrumen, metode wawancara, validasi data, hingga pembahasan studi kasus yang sering ditemui di lapangan.
Menurut Beben Kurdiono, kegiatan sharing knowledge ini memiliki peran strategis dalam memperkuat kualitas Asesor Pemasyarakatan. “Asesmen RRI dan kriminogenik merupakan fondasi penting dalam sistem pemasyarakatan. Melalui sharing knowledge ini, kami ingin memastikan calon asesor memiliki pemahaman dan keterampilan yang sama, sehingga hasil asesmen benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dan berdampak pada efektivitas pembinaan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, khususnya pada sesi diskusi dan tanya jawab terkait penerapan instrumen asesmen di lapangan. Salah satu peserta dari Lapas Kelas IIA Curup mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri dalam menjalankan tugas asesmen. “Kami mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan praktis. Ilmu yang dibagikan sangat relevan untuk diterapkan langsung dalam mendukung pembinaan warga binaan,” tuturnya.
Melalui kegiatan sharing knowledge ini, Bapas Kelas I Bengkulu berharap tercipta kesamaan persepsi dan standar kompetensi di antara calon Asesor Pemasyarakatan. Ke depan, Bapas Kelas I Bengkulu juga akan melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi sebagai bagian dari penguatan berkelanjutan, sehingga kualitas layanan pemasyarakatan semakin profesional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(IH)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































