Yogyakarta — Suasana hangat dan penuh antusiasme menyelimuti Amphiteatre Purawisata, Yogyakarta, Kamis (26/3), saat ratusan pengunjung dari berbagai kalangan memadati lokasi untuk menyaksikan Show Interaktif Angklung. Tak sekadar pertunjukan, acara ini menghadirkan pengalaman berbeda dengan mengajak penonton ikut terlibat langsung memainkan alat musik tradisional tersebut.
Angklung sendiri merupakan warisan budaya Indonesia yang berasal dari Jawa Barat dan berkembang dalam tradisi masyarakat Suku Sunda. Sejak masa lampau, angklung digunakan dalam ritual pertanian untuk menghormati Dewi Sri sebagai simbol kesuburan. Seiring waktu, alat musik berbahan bambu ini mengalami transformasi hingga dapat dimainkan dalam berbagai genre musik modern.

Pertunjukan di Purawisata dibuka dengan penampilan musik tradisional yang memukau, sebelum memasuki sesi utama yang paling dinantikan, yakni interaksi langsung antara pemain dan penonton. Dipandu instruktur profesional, para pengunjung diajak memahami dasar-dasar memainkan angklung hingga mampu membawakan lagu secara harmonis hanya dalam waktu singkat.
“Melalui acara ini, kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda—tidak hanya menonton, tetapi juga merasakan langsung bagaimana indahnya bermain musik tradisional bersama-sama,” ujar Dimas Aditya.
Konsep interaktif ini sekaligus menjadi strategi pelestarian budaya yang efektif. Angklung yang dahulu berkembang di lingkungan kerajaan seperti Kerajaan Sunda kini hadir dalam kemasan modern yang lebih dekat dengan generasi muda dan wisatawan mancanegara. Inovasi besar dalam perkembangan angklung sendiri tak lepas dari peran Daeng Soetigna yang mengubah sistem nadanya menjadi diatonik, sehingga dapat memainkan lagu-lagu internasional.
Upaya pelestarian ini juga mendapat pengakuan global ketika UNESCO menetapkan angklung sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 2010. Kini, angklung tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga sarana diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional.
Antusiasme penonton terlihat sepanjang acara berlangsung. Banyak pengunjung mengaku terkesan dengan konsep yang memungkinkan mereka menjadi bagian dari pertunjukan. Kolaborasi ratusan peserta dalam satu harmoni menjadi momen yang tak hanya menghibur, tetapi juga membangun rasa kebersamaan.
Sebagai salah satu destinasi wisata budaya, Purawisata Yogyakarta terus menghadirkan pertunjukan seni tradisional dengan konsep modern. Ke depan, Show Interaktif Angklung diharapkan dapat digelar secara rutin sebagai daya tarik unggulan, sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota budaya yang dinamis dan edukatif. (Yusuf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































