Makassar – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, STKIP YPUP Makassar berkolaborasi dengan Universitas Handayani menyelenggarakan Pelatihan Tracer Study berbasis digital di SMK Kartika XX-1 Makassar, Sabtu (16/8/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital dalam sistem pemantauan alumni agar lebih efisien, terstruktur, dan berkelanjutan.
Pelatihan tracer study ini diikuti oleh guru dan staf SMK Kartika XX-1 Makassar dengan semangat untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam mengelola data alumni secara modern. Selama ini, tracer study masih dilakukan secara manual, sehingga sering menghadapi kendala dalam pengumpulan data, keterbatasan akses informasi, dan lambatnya proses analisis. Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada sistem tracer study berbasis web yang memungkinkan data alumni dikumpulkan dan dikelola secara lebih akurat serta dapat diakses kapan saja.
Dalam sambutannya, Kepala SMK Kartika XX-1 Makassar, Drs. Muhammad Rum, M.AP., menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim penyelenggara dari STKIP YPUP Makassar dan Universitas Handayani “Tracer study sangat penting untuk memetakan sejauh mana lulusan kami terserap di dunia kerja. Dengan adanya pelatihan ini, guru dan staf bisa lebih terampil memanfaatkan teknologi untuk mendukung perbaikan kurikulum dan peningkatan mutu lulusan,” ujarnya.
SMK Kartika XX-1 Makassar sendiri merupakan sekolah menengah kejuruan yang telah terakreditasi A dengan lebih dari 60 guru yang memiliki beragam kompetensi. Namun, meskipun memiliki potensi besar, pelaksanaan tracer study masih menemui sejumlah hambatan, terutama karena keterbatasan sistem yang masih berbasis manual. Oleh karena itu, pelatihan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sekolah dalam menghadapi era digital.
Pelatihan ini dipimpin oleh Dr. Nur Asrawati, M.Pd., selaku Ketua Tim sekaligus dosen STKIP YPUP Makassar. Ia menekankan pentingnya tracer study berbasis digital sebagai instrumen evaluasi yang mampu memberikan data akurat tentang alumni.
“Tracer study yang dilakukan secara manual sering tidak optimal. Melalui sistem digital, tracer study bisa dilakukan lebih cepat, terstruktur, dan akurat sehingga sekolah dapat menyusun strategi pendidikan yang lebih adaptif,” jelasnya.
Selain Dr. Nur Asrawati, kegiatan ini juga menghadirkan pemateri lain, yaitu Dr. Faihatuz Zuhairoh, M.Sc. (STKIP YPUP Makassar) yang membawakan materi tentang analisis data tracer study, serta M. Adnan Nur, S.Kom., M.T. (Universitas Handayani) yang memberikan pelatihan teknis penggunaan platform berbasis web untuk pengelolaan data alumni.
Para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga terlibat langsung dalam workshop praktik. Mereka diajarkan cara menyusun instrumen tracer study, melakukan pengolahan data menggunakan aplikasi digital, hingga menyusun laporan hasil tracer study yang dapat dipakai untuk mengevaluasi kurikulum sekolah.
Salah satu guru peserta pelatihan, Ibu Nur Rahmi, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sangat bermanfaat. “Selama ini kami kesulitan melacak alumni secara manual. Dengan sistem tracer study digital yang diperkenalkan, kami jadi lebih mudah mengelola data lulusan dan menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja,” tuturnya penuh antusias.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri guru dalam menggunakan teknologi digital untuk mendukung tugas mereka di sekolah.
Tidak berhenti pada satu kali pertemuan, program ini juga dilengkapi dengan pendampingan intensif yang berlangsung pada September–Oktober 2025. Melalui pendampingan ini, guru dan staf SMK Kartika XX-1 Makassar akan terus dibimbing dalam mengimplementasikan tracer study digital secara mandiri. Dengan demikian, diharapkan sistem yang dibangun tidak hanya berhenti di level pelatihan, tetapi benar-benar bisa dijalankan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah.
Pendampingan ini mencakup pemantauan pengumpulan data alumni, evaluasi laporan tracer study yang disusun sekolah, serta pemberian masukan teknis untuk mengatasi kendala yang muncul selama proses implementasi.
Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari Hibah Program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) Tahun 2025 yang didanai oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek. Hibah ini ditujukan untuk mendukung program-program pengabdian masyarakat yang inovatif, terutama yang berkaitan dengan transformasi digital dalam pendidikan.
Menurut Dr. Nur Asrawati, dukungan hibah PMP 2025 menjadi faktor penting dalam pelaksanaan kegiatan ini. “Dengan adanya pendanaan dari DPPM Kemendiktisaintek, kami bisa menghadirkan pelatihan yang komprehensif, mulai dari pengembangan sistem digital hingga pendampingan berkelanjutan. Tujuannya agar tracer study benar-benar menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan kejuruan,” tegasnya.
Melalui pelatihan dan pendampingan tracer study berbasis digital ini, SMK Kartika XX-1 Makassar diharapkan mampu menjadi model percontohan bagi sekolah kejuruan lain di Indonesia. Digitalisasi tracer study tidak hanya membantu sekolah dalam mengevaluasi lulusan, tetapi juga memperkuat kerja sama dengan dunia industri.
Dengan data alumni yang akurat dan terstruktur, sekolah bisa lebih mudah menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja, memperluas jejaring magang, serta meningkatkan daya saing lulusan. Hal ini sejalan dengan agenda nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang adaptif di era digital.
Pada akhirnya, keberhasilan pelatihan ini tidak hanya bermanfaat bagi SMK Kartika XX-1 Makassar, tetapi juga memberi kontribusi pada upaya memperkuat ekosistem pendidikan vokasi di Indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































