Bantul (MAN 4 Bantul) – Suasana berbeda terasa di Perpustakaan Catur Pradipa MAN 4 Bantul pada Senin (23/02/2026). Saat siswa siswi kelas X, XI dan XII melaksanakan shalat dhuha dan muqaddaman sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan, para siswi yang sedang berhalangan justru menghadirkan oase ketenangan melalui lantunan shalawat bersama.
Berkumpul rapi di antara rak-rak buku yang biasanya sunyi, para siswi melantunkan shalawat dengan penuh kekhusyukan. Kalimat demi kalimat pujian kepada Rasulullah mengalir lembut, mengisi ruang perpustakaan dengan nuansa damai. Kegiatan ini menjadi alternatif ibadah yang tetap bermakna bagi siswi yang sedang haid, sehingga mereka tetap dapat menghidupkan semangat Ramadhan tanpa merasa tertinggal.
Kegiatan tersebut didampingi oleh Siti Lailatun Nuriyati yang dengan sabar membimbing jalannya shalawat. Ia menuturkan bahwa momen ini bukan sekadar pengisi waktu, melainkan sarana memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad dan mempererat kebersamaan antar siswi.
“Ramadhan adalah bulan keberkahan untuk semua. Meski sedang berhalangan, para siswi tetap bisa meraih pahala melalui shalawat dan dzikir. Yang terpenting adalah menjaga hati tetap dekat dengan Allah dan Rasul-Nya,” ungkap Siti Lailatun.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan pemahaman bahwa setiap kondisi memiliki ruang ibadahnya masing-masing. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa berhalangan bukan berarti berhenti beribadah. Ada banyak pintu kebaikan yang tetap terbuka,” tambahnya.
Melalui lantunan shalawat yang menggema di Perpustakaan Catur Pradipa, Ramadhan di MAN 4 Bantul terasa semakin inklusif dan penuh makna. Di antara lembar-lembar buku dan cahaya pagi yang menyelinap, para siswi membuktikan bahwa cinta kepada Rasul dapat tumbuh di mana saja, bahkan di sudut perpustakaan sekalipun. (lel)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































