Para ulama tafsir yang menjelaskan makna ayat-ayat Al-Qur’an, termasuk penafsiran ringkas ala Jalalain.
Menyampaikan pemahaman tentang betapa singkatnya kehidupan dunia, sebagaimana dijelaskan dalam beberapa ayat: QS. Al-Mu’minun 112–114, QS. Al-‘Asr, QS. Al-Hadid, dan QS. Yunus 45.
Pemaknaan ini terus disampaikan dalam kajian keagamaan yang bertujuan mengingatkan umat di setiap masa.
Dibahas dalam majelis-majelis ilmu, pesantren, masjid, dan forum tafsir yang membahas ayat-ayat tentang waktu dan kefanaan dunia.
Untuk menegaskan bahwa umur manusia sangat pendek bila dibandingkan dengan akhirat. Dunia hanyalah tempat singgah, bukan tempat tinggal. Ayat-ayat tersebut mengingatkan agar manusia memanfaatkan waktu dengan iman, amal saleh, dan saling menasihati sebelum penyesalan datang.
Melalui penjelasan ayat yang menyebut dunia hanya seperti “sehari atau sebagian hari”, waktu yang terus memakan umur manusia, dunia yang cepat hilang seperti tanaman menguning, hingga perasaan manusia saat dibangkitkan bahwa hidup di dunia tak lebih dari “sejam saja.” Semua penjelasan ini dirangkum untuk mendorong umat menata diri, memanfaatkan umur, dan tidak tertipu panjangnya angan-angan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































