Pergantian Tahun Baru 2026 kembali mengingatkan manusia bahwa waktu terus bergerak tanpa henti. Detik demi detik berlalu, membawa serta catatan amal, keputusan, dan pilihan hidup yang akan dimintai pertanggungjawaban. Tahun baru sejatinya bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, melainkan momentum evaluasi eksistensial: sudah sejauh mana kita memaknai hidup, memperbaiki diri, dan memberi manfaat bagi sesama.
Makna Tahun Baru 2026 menjadi semakin dalam ketika beriringan dengan hadirnya Bulan Rajab, salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.
Bulan Rajab bukan hanya dimuliakan karena larangan berbuat zalim di dalamnya, tetapi juga karena ia menjadi pintu awal menuju bulan-bulan spiritual berikutnya Sya’ban dan Ramadhan. Rajab adalah bulan persiapan ruhani, bulan untuk menata kembali hati, memperbaiki niat, dan membersihkan diri dari dosa-dosa yang sering kali dianggap remeh.
Keistimewaan Bulan Rajab semakin kuat dengan peristiwa besar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini bukan sekadar perjalanan luar biasa Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu naik menembus langit hingga Sidratul Muntaha, tetapi sebuah pesan transformatif bagi umat manusia sepanjang zaman. Isra Mi’raj mengajarkan bahwa dari kesempitan hidup, Allah bisa menghadirkan jalan kemuliaan; dari kesedihan, Allah bisa mengangkat derajat hamba-Nya.
Menariknya, Isra Mi’raj terjadi setelah Rasulullah SAW melewati fase yang sangat berat dalam hidupnya wafatnya Khadijah RA dan Abu Thalib, serta penolakan masyarakat Thaif. Ini menunjukkan bahwa ujian bukan tanda kehinaan, melainkan sering kali pintu kenaikan derajat. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)
Pesan ini sangat relevan dalam konteks kehidupan modern. Banyak manusia hari ini merasa lelah, tertekan, bahkan kehilangan arah di tengah tuntutan hidup yang semakin kompleks. Namun Isra Mi’raj mengajarkan bahwa jalan keluar sejati bukan hanya pada solusi material, tetapi pada penguatan hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Puncak dari peristiwa Isra Mi’raj adalah diwajibkannya shalat lima waktu. Shalat bukan sekadar ibadah ritual, melainkan fondasi peradaban Islam.
Shalat mendidik manusia untuk disiplin, jujur, konsisten, dan sadar akan kehadiran Tuhan dalam setiap aspek kehidupan. Dalam shalat, manusia diajarkan bahwa keberhasilan hidup tidak diukur semata oleh pencapaian duniawi, tetapi oleh kualitas ketaatan dan ketundukan kepada Allah SWT. Tanpa shalat yang berkualitas, kemajuan sering kali kehilangan arah dan nilai.
Dalam konteks menyambut Tahun Baru 2026, spirit Isra Mi’raj seharusnya menjadi landasan dalam merumuskan resolusi hidup. Resolusi tidak cukup hanya berbicara tentang peningkatan ekonomi, karier, atau status sosial. Tanpa fondasi iman dan akhlak, semua itu mudah rapuh. Al-Qur’an mengingatkan:
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.” (QS. Al-Qashash: 77)
Ayat ini menegaskan pentingnya keseimbangan. Dunia dan akhirat bukan untuk dipertentangkan, tetapi disinergikan. Kemajuan material harus berjalan seiring dengan kematangan spiritual dan moral.
Realitas sosial saat ini menunjukkan bahwa bangsa kita menghadapi tantangan serius. Degradasi moral, krisis keteladanan, maraknya korupsi, kekerasan, dan rendahnya etika publik menjadi fenomena yang mengkhawatirkan. Di sisi lain, teknologi digital berkembang pesat, tetapi sering kali tidak diiringi dengan kedewasaan akhlak. Akibatnya, manusia semakin cerdas secara intelektual, tetapi miskin kebijaksanaan.
Dalam situasi seperti ini, Bulan Rajab dan peringatan Isra Mi’raj seharusnya menjadi momentum kebangkitan moral. Kita membutuhkan apa yang dapat disebut sebagai mi’raj sosial sebuah gerakan kolektif untuk naik kelas dalam kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)
Hadis ini menegaskan bahwa inti dari risalah Islam adalah pembentukan karakter. Tanpa akhlak, agama kehilangan ruhnya; tanpa moral, kemajuan kehilangan maknanya.
Tahun Baru 2026 juga mengingatkan kita bahwa waktu adalah amanah. Setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali.
Kerugian itu hanya dapat dihindari dengan iman, amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Inilah pesan besar yang seharusnya kita renungkan bersama di awal tahun dan di Bulan Rajab yang penuh kemuliaan.
Akhirnya, pertemuan antara Tahun Baru 2026 dan Bulan Rajab hendaknya tidak berlalu sebagai rutinitas tahunan semata. Ia harus menjadi momentum mi’raj pribadi dan kolektif: naik dalam kualitas iman, naik dalam integritas, dan naik dalam kebermanfaatan sosial. Sebab sebaik-baik manusia, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, adalah mereka yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Semoga Tahun Baru 2026 dan Bulan Rajab benar-benar menjadi titik balik bagi lahirnya pribadi-pribadi yang beriman, berakhlak, dan berkontribusi nyata bagi peradaban yang lebih bermartabat.
Oleh: Rikil Amri, S.Pd., M.Pd
(Dosen Universitas Pamulang & Pengurus PC NU Kota Cilegon)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































