Kalian yakin mau lanjutin kebiasaan begadang?
Begadang seakan sudah menjadi bagian dalam kehidupan mahasiswa. Entah karena dikejar deadline tugas kuliah, rapat dan tugas organisasi, ataupun scroll media sosial sampai lupa waktu. Menurut National Sleep Foundation, remaja memiliki waktu tidur yang ideal yaitu 8-10 jam per malam. Akan tetapi banyak mahasiswa yang menyepelekan durasi tidur yang ideal dan terus mengulang kebiasaan begadang. Ternyata ada juga dampak negatif dari kurangnya jam tidur seseorang. Tanpa tidur yang cukup, seluruh sistem kerja otak mengalami ketidak seimbangan.
Otak Bukan Mesin dan Otak Memiliki Jam Kerja Alami
Tidur dikendalikan oleh ritme sirkadian. Apa itu ritme sirkadian?
Ritme sirkadian adalah jam biologis tubuh yang mengatur jam tidur kita dan terletak di Suprachiasmatic Nucleus (SCN). Ritme ini dipengaruhi oleh rangsangan gelap-terang. Ritme sirkadian ini bersifat konsisten dan berulang dengan rentang waktu 24 jam. Seperti yang disebutkan bahwa ritme ini dipengaruhi gelap terang, maka ritme ini sangat sensitive terhadap cahaya. Masalahnya, kita sering begadang menggunakan gawai hingga larut malam, sehingga hal tersebut menyebabkan produksi melatonin (hormon pemicu kantuk) menjadi terhambat. Hal ini disebabkan karena cahaya biru yang dihasilkan gawai memberikan sinyal kepada otak bahwa lingkungan masih terang, sehingga ritme sirkadian bergeser atau berubah menyesuaikan sinyal yang diterima otak. Pergeseran ritme sirkadian ini menyebabkan kita merasa tidak mengantuk meski jam sudah menunjukkan tengah malam.
Begadang Bikin Otak Lemot?
Riset menunjukkan tidur khususnya pada fase slow-wave sleep sangat penting untuk memindahkan memori dari hippocampus ke neocortex. Kalau kita begadang, berarti proses tersebut tidak dapat berjalan dan informasi akan mudah hilang dan kacau. Jadi kalau kamu mengira dengan belajar semalaman kamu akan siap untuk ujian besok, otakmu mungkin berkata sebaliknya dan usahamu untuk belajar larut malam sia-sia. Penelitian Aulia & Pertiwi (2022) menemukan bahwa mahasiswa yang kualitas tidurnya buruk memiliki kemampuan kognitif lebih rendah, seperti sulit berkonsentrasi, lambat memahami materi, dan mudah lupa.
Begadang Bikin Kita Lebih Sensitif?
Kalian pernah merasa lebih mudah marah, tersinggung dan lebih sensitive apabila kurang tidur? Itu salah satu dampak dari kebiasaan begadangmu.
Nah, bagian otak yang berperan adalah Amygdala. Amygdala adalah bagian otak yang mengolah emosi negatif. Kebiasaan begadang yang kita lakukan menyebabkan amygdala menjadi 60% lebih reaktif dan koneksinya dengan prefrontral cortex menjadi lemah.. Akibatnya, masalah kecil di besar-besarkan, lebih sensitif dan mudah tersinggung saat berinteraksi dengan teman.
Begadang adalah Kebiasaan yang Buruk
Prefrontal cortex adalah pusat kendali eksekutif otak yang berfungsi dalam mengatur cara berfikir, merencanakan dan mengambil keputusan. Apabila kita begadang, akibatnya bagian ini melemah. Ketika PFC melemah, kita akan kesulit dalam mengambil keputusan, lebih impulsif, sering menunda pekerjaan dan sulit berkonsentrasi. Inilah sebabnya orang yang begadang sering membuat keputusan aneh seperti scroll berjam-jam tanpa tujuan atau menyerah pada tugas yang sebenarnya mudah. Adapun dampak negatif yang berkepanjangan, bukan hanya menyebabkan kantuk saat menjalani aktivitas keesokan harinya, tetapi dapat menyebabkan beberapa dampak negatif lainnya :
a. Penurunan memori jangka panjang
b. Peningkatan resiko kecemasan
c. Kelelahan kronis
d. Berkurangnya kreativitas
e. Penurunan neuroplastisitas otak
f. Peningkatan resiko gangguan mental.
Salsabila & Hartati (2021) menemukan bahwa kualitas tidur buruk berkorelasi dengan stres akademik yang tinggi. Jika ini berlangsung terus-menerus, kesehatan mental bisa menurun.
Mengapa Begadang menjadi kebiasaan?
Hal ini terjadi karena kecanduan dalam scroll media sosial, tuntutan tugas kuliah, adanya budaya nongkrong sampai larut malam dan konsumsi kafein. Tidak heran hal tersebut menyebabkan begadang menjadi kebiasaan atau gaya hidup. Kalau faktor-faktor tersebut berlangsung terus-menerus, otak akhirnya membentuk pola baru yang menganggap begadang sebagai ritme normal, meskipun sebenarnya ritme sirkadian sedang mengalami gangguan. Ketika pola ini sudah terbentuk, tubuh akan sulit tidur lebih awal meskipun kamu sudah merasa lelah. Akibatnya, keesokan hari menjadi tidak produktif dan siklus kurang tidur terus berulang tanpa disadari.
Bagaimana sih Cara Mengurangi Kebiasaan Begadang?
Ada beberapa tips agar kamu bisa mengurangi kebiasaan begadang. Bagaimana caranya?
Pertama, biasakan tidak bermain handphone sebelum tidur. Matikan layar handphone 1-2 jam sebelum tidur, nyalakan mode tidur, jauhkan dari jangkauan dan posisi tidurmu. Hal ini dapat membantu mengurangi kebiasaan begadang karena bermain handphone hingga larut. Kedua, kurangi konsumsi kafein pada sore hari, karena konsumsi kafein dapat membuatmu kesulitan tidur. Ketiga, pastikan kamu tidur sebelum pukul 23.00, karena tubuh paling efektif memproduksi melatonin sebelum jam 23.00. Terakhir, kerjakan hal yang benar-benar penting saja pada malam hari.
Nah, dari beberapa informasi diatas, dapat disimpulkan kalau begadang sering dianggap hal kecil, tetapi memiliki dampak yang besar dan berkepanjangan. Maka, kurangilah kebiasaan begadang dan berusahalah memanajemen waktu sehingga dapat menghindari resiko begadang dan kurang tidur di malam hari.
Daftar Pustaka
Aulia, R., & Pertiwi, S. (2022). Durasi Tidur dan Dampaknya terhadap Fungsi Kognitif Mahasiswa. Jurnal Psikologi Neurosains Indonesia, 7(1), 55–66.
National Sleep Foundation. (2020). SleepFoundation.org. (Online) (https://www.sleepfoundation.org/articles/how-blue-lightaffects-kids-sleep), Di Akses pada 16 Maret 2025.
Salsabila, N., & Hartati, M. (2021). Hubungan Kualitas Tidur dengan Stres Akademik. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 11(3), 201–213.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































