Zaman sekarang perkembangan teknologi sangat pesat. Di era media sosial saat ini, tren cepat sekali menyebar dan hampir semua orang tertarik dan mencobanya agar selalu update atau tidak ketinggalan zaman. Fenomena ini dikenal dengan istilah FOMO, atau Fear of Missing Out. Adalah fenomena psikologis yang umum terjadi di kalangan remaja. Istilah ini merujuk pada perasaan cemas atau khawatir bahwa seseorang mungkin kehilangan pengalaman berharga atau tidak terlibat dalam aktivitas sosial yang menarik.
Media sosial menjadi salah satu faktor utama munculnya FOMO karena informasi dan trend menyebar dengan sangat cepat dan membuat semua orang merasa perlu mengikutinya agar tidak ketinggalan. Setiap hari muncul konten baru, mulai dari style, tantangan, makanan hingga gaya hidup. Budaya ini mendorong generasi muda untuk ikut trend tanpa mempertimbangkan efek atau manfaat sebenarnya.
FOMO memiliki beberapa tanda yang bisa terlihat dalam kegiatan sehari hari. Salah satunya rasa takut tertinggal tren. Orang yang mengalaminya merasa perlu ikut hal yang sedang ramai agar tetap dianggap mengikuti perkembangan. Ada dorongan kuat untuk mencoba makanan viral, membeli barang baru, atau mengikuti aktivitas yang dibahas banyak orang. Rasa cemas juga muncul ketika tidak bisa ikut sebuah tren. Ketakutan akan penilaian orang lain membuat seseorang merasa harus sempurna di lingkungan sosialnya.
Tanda lain yang sering muncul adalah sulit merasa puas. Selalu ada keinginan untuk mencari hal baru meskipun apa yang dimiliki sudah cukup. Kebiasaan ini membuat seseorang terus bergerak tanpa sempat menikmati apa yang ada. FOMO juga bisa terlihat dari perilaku sering mengecek media sosial, merasa gelisah ketika tidak online, atau cepat berubah minat hanya karena mengikuti orang lain.
Kecenderungan untuk selalu ingin tahu kehidupan orang lain sering muncul saat seseorang mengalami FOMO. Merasa perlu memantau apa yang orang lain lakukan, mengikuti aktivitas mereka, atau membandingkan pencapaian mereka dengan dirimu. Kebiasaan ini membuat perhatian kamu mudah teralihkan dari hal yang penting untuk diri kamu sendiri. Kamu jadi lebih sering melihat hidup orang lain sebagai acuan, bukan fokus pada tujuan atau kebutuhan pribadi.
Kebiasaan selalu memeriksa media sosial menjadi salah satu tanda FOMO. Seseorang merasa perlu membuka aplikasi berulang kali untuk melihat unggahan terbaru, membaca komentar, atau memastikan tidak ada informasi yang tertinggal. Aktivitas ini sering mengganggu fokus dan membuat waktu habis hanya untuk mengikuti update dari orang lain. Dorongan tersebut muncul karena rasa cemas saat tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di lingkungan digital.
Contohnya tren yang sedang viral saat ini di TikTok membuat makanan Salmon Candied. Banyak orang bahkan influencer yang ikut membeli bahkan membuat agar tidak ketinggalan tren yang sedang ramai. Influencer berperan besar dalam menyebarkan tren ini, Influencer berperan besar dalam menyebarkan tren ini karena mereka memiliki pengaruh yang kuat terhadap cara berpikir dan perilaku pengikutnya. Mereka sering dianggap sebagai “panutan digital”, sehingga apa pun yang mereka lakukan, pakai, beli, atau rekomendasikan cenderung diikuti oleh banyak orang. Selain itu, konten yang mereka unggah biasanya dikemas dengan menarik dan terlihat ideal, sehingga membuat audiens merasa ingin ikut serta agar tidak ketinggalan.
Banyak influencer membuat dan memposting cara membuat Salmon Candied versi mereka sendiri tanpa tau teknik pengolahan yang benar. Banyak langah yang mereka tunjukan tidak sesuai kemudian Masyarakat menirunya tanpa pengetahuan dasar tentang pengelolaan Salmon Candied. Kondisi ini bisa berisiko bagi masyarakat awam karena pengolahan Salmon Candied membutuhkan penanganan yang tepat agar aman dikonsumsi. Situasi ini menunjukkan bagaimana FOMO membuat orang bertindak cepat tanpa berpikir Panjang.
Sebagai Mahasiswa, saya melihat FOMO bisa memberi dampak negative jika tidak di control. Banyak masyrakat terutama generasi muda ikut tren hanya karena takut tertinggal, bukan karena memahami manfaatnya. Situasi ini membuat orang terbiasa mengambil Keputusan cepat tanpa mempertimbangkan risiko. Penting bagi setiap individu memilih informasi yang relevan dan berpikir ketika ingin mengikuti sesuatu yang ramai, agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar.
Budaya FOMO membawa beberapa dampak negatif dalam kehidupan sehari hari. Tekanan untuk selalu mengikuti tren baru sering menimbulkan stres dan kecemasan. Banyak orang merasa harus terus terhubung dengan informasi terbaru agar tidak tertinggal. Kondisi ini membuat pikiran tidak pernah benar benar tenang. Di saat yang sama, fokus menjadi mudah terganggu karena perhatian terbagi ke banyak hal. Ketika bekerja atau mengerjakan tugas, konsentrasi cepat hilang akibat dorongan untuk memeriksa apa yang sedang viral. Akibatnya, produktivitas menurun dan pekerjaan sering tertunda. Kombinasi stres dan kurang fokus ini membuat kegiatan sehari hari terasa lebih berat dan melelahkan.
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu seseorang menghindari pengaruh FOMO, salah satunya adalah dengan menerapkan penggunaan media sosial secara lebih bijak. Individu perlu membangun kesadaran digital, yaitu kemampuan untuk menyadari alasan dan tujuan saat membuka media sosial sehingga tidak mudah terjebak dalam pola konsumsi yang impulsif. Selain itu, penting untuk memilih informasi dengan cermat memastikan apakah informasi tersebut benar dan relevan.
Fokus pada diri sendiri dan mensyukuri pencapaian menjadi langkah penting untuk menghindari FOMO. Seseorang dapat memberi perhatian pada proses yang sedang dijalani, menghargai hasil yang sudah dicapai, dan tidak membandingkan diri dengan pencapaian orang lain di media sosial. Sikap ini membantu membangun rasa cukup dan mencegah dorongan mengikuti tren yang tidak sesuai kebutuhan.
Kesimpulannya budaya FOMO menunjukkan bagaimana tren di era digital dapat mempengaruhi sikap Masyarakat dalam mengambil Keputusan. Tidak semua tren perlu diikuti, apalagi jika hanya muncul karena viral sesaat. Saat seseorang bisa menahan dirinya saat sedang melihat suatu tren, Keputusan akan menjadi lebih sesuai kebutuhan. Dunia digital tetap bisa dinikmati tanpa harus mengikuti suatu hal yang viral. Jadilah pribadi yang bijak, mampu memberi batas pada diri sendiri dan tidak mudah FOMO.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































