JAKARTA – Tim relawan kemanusiaan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) yang diberangkatkan dari Dermaga Kolinlamil Jakarta menggunakan Kapal Rumah Sakit Angkatan Laut dr. Soedarso dan Kapal KRI Semarang pada Ahad (30/11) saat ini masih dalam perjalanan menuju lokasi bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.
“Tim UAR yang dipimpin Fanja Akbar (12 personel) naik Kapal Perang KRI dr. Soeharso dan tim relawan yang dipimpin Muqarrobin (5 personel) menggunakan Kapal KRI Semarang. Saat ini masih dalam perjalanan,” kata Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat di Jakarta, Senin 1 Desember 2025.
Menurut Pembina UAR H. Syakuri, yang kemarin turut mengantar tim relawan dan mengikuti upacara pelepasan tim bantuan Angkatan Laut di Dermaga Kolinlamil Jakarta, semula tim relawan yang lima personel direncanakan menaiki pesawat “Hercules” melalui Bandara Halim Perdanakusuma.
“Namun karena hari itu penerbangan hanya membawa logistik, maka personel UAR diberangkatkan dengan Kapal KRI Semarang menuju Lhokseumawe, Provinsi Aceh,” ujar H. Syakuri di Jakarta.
Ketua Umum UAR H. Endang Sudarajat berharap kedua tim bisa bertemu di satu titik dan melakukan koordinasi di perjalanan. “Semoga Tim yang dipimpin Fanja dan Muqarrobin (Ayub) dapat bertemu di satu titik dan berkoordinasi dalam perjalanan,” ujarnya.
Diperkirakan Kapal Angkatan Laut yang membawa bantuan logistik dan kesehatan untuk para korban banjir di Sumbar, Sumut dan Aceh bersama para relawan UAR akan menempuh perjalanan selama 4 hari. Saat berita ini ditulis posisi kapal masih di laut kepulauan Bangka.
Tim Relawan UAR sebelumnya dilepas kebarangkatannya oleh Pembina UAR Muhammad Tobri dan Nuruddin pada Ahad 30 November 2025 di komplek Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, sebagai respon atas terjadinya musibah banjir besar dan tanah longsor di tiga wilayah Sumatera yang terjadi 24 November lalu.
Musibah yang menerjang Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh dalam dalam sepekan terakhir telah merendam kawasan Tapanuli Tengah, Sibolga, Tanjungpura, dan sebagian Nias di Sumatera Utara. Di Aceh, banjir meluas hingga Aceh Tamiang, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Bireuen. Sementara di Sumatera Barat, Padang dan Pesisir Selatan kembali dilanda banjir dan longsor yang memperparah kondisi warga.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam Siaran Pers 30 November 2025 menyebutkan bahwa korban warga meninggal dunia akibat bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat mencapai 442 jiwa dan yang masiah dalam pencarian sebanyak 402 jiwa. [am]
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































