Menunda tugas kuliah memang menjadi kebiasaan yang sangat umum di kalangan mahasiswa. Namun, tahukah kamu bahwa kebiasaan menunda nunda tugas ini bisa berdampak serius pada kesehatan fisik dan mentalmu? Data penelitian yang dikutip dari prosiding oleh Rohmatun (2021), menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan, sebanyak 57,7% hingga 89,9% mahasiswa sering sekali menunda mengerjakan tugas kuliah mereka. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa hampir 90% mahasiswa Indonesia pernah menunda mengerjakan tugas kuliah. Kabar baiknya yang dikutip dari jurnal oleh Anggari et al. (2025), yang berjudul Pengaruh Manajemen Waktu dan Motivasi Kuliah Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa, manajemen waktu memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap prestasi akademik mahasiswa. Rata-rata IPK mahasiswa yang memiliki manajemen waktu baik mencapai 3,80, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan mahasiswa yang kurang dalam me-manage waktu sehingga memperoleh IPK dengan rata-rata 2,75. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa kemampuan me-manage waktu dengan baik sangat berpengaruh pada kesuksesan akademik mahasiswa.
Berikut adalah berbagai keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika membiasakan diri mengerjakan tugas lebih awal yang dikutip dari jurnal oleh Marpaung dan Lumbanbatu (2025), yang berjudul Efektivitas Manajemen Waktu dalam Meningkatkan Disiplin Absen dan Prestasi Belajar Mahasiswa:
1. Mengurangi Tingkat Stres dan Kecemasan
Mengerjakan tugas lebih awal dapat membantu kamu menghindari stres yang berlebihan. Ketika tugas dikerjakan jauh sebelum deadline, kamu tidak akan merasakan tekanan waktu yang membuat jantung berdebar dan pikiran ga karuan yang dapat membuat dirimu merasa cemas karena tugas yang belum terselesaikan.

2. Hasil Kerja Lebih Maksimal
Banyaknya waktu yang tersedia dapat membuatmu lebih maksimal dalam mengerjakan tugas. Dengan tugas yang maksimal, kamu tidak akan khawatir akan adanya kesalahan dan akan lebih puas dengan hasil kerjamu. Sebaliknya, tugas yang dikerjakan mepet deadline membuat kamu jadi terburu-buru, hal ini cenderung menghasilkan kualitas yang tidak maksimal dan dapat membawa kerugian seperti nilai yang jelek atau bahkan penurunan IPK.
3. Melatih Kedisiplinan Diri
Mampu mengerjakan tugas sesuai dengan deadline yang telah ditentukan dapat melatih kedisiplinan. Walaupun awalnya terasa sulit, tapi kalau dilakukan terus-menerus justru akan terbiasa untuk membuat pola kerja yang lebih baik. Kedisiplinan yang terlatih ini akan sangat bermanfaat tidak hanya di dunia akademik, tetapi juga saat memasuki dunia kerja.

4. Lebih Banyak Waktu Luang
Jika mengerjakannya lebih awal, pekerjaan akan selesai jauh lebih cepat. Alhasil, kamu memiliki waktu yang lebih banyak untuk melakukan hal lain seperti berkumpul dengan keluarga, mengikuti hobi, beristirahat yang cukup, atau mengikuti organisasi yang dapat mengasah soft skill dan hard skill.
5. Menghindari Sistem Kebut Semalam (SKS)
Sistem Kebut Semalam memang terasa praktis, tapi dampaknya sangat buruk untuk kesehatan dan kualitas hasil kerja. Mengerjakan di awal lebih baik daripada sistem kebut semalam. Jika sudah selesai lebih awal, tugas kamu sudah bisa dikumpulkan tanpa perlu menunda-nunda atau menunggu teman yang tidak jelas kapan waktu mengumpulkannya.
6. Mendapatkan Ide yang Lebih Segar
Mengerjakan tugas dengan pikiran yang tenang dan tidak dikejar target deadline akan menghasilkan ide yang lebih segar dan kreatif. Pikiran yang relaks akan membawa kita menikmati setiap proses pekerjaan hingga menghasilkan akhir yang memuaskan. Dengan waktu yang cukup, mahasiswa dapat fokus pada tugas-tugas penting yang harus diselesaikan.
7. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Mahasiswa yang selalu mengumpulkan tugas tepat waktu akan mendapatkan apresiasi dari dosen dan teman-teman. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan citra positif sebagai mahasiswa yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan.
Mengerjakan tugas lebih awal bukan hanya soal menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga tentang menjaga kesehatan mental dan fisik kamu. Data penelitian menunjukkan bahwa hampir 90% mahasiswa Indonesia pernah menunda mengerjakan tugas kuliah, dan perilaku ini berdampak langsung pada stres akademik dan penurunan prestasi.
Dengan manajemen waktu yang baik, kamu tidak hanya akan berhasil dalam kuliah tetapi juga terampil dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Penelitian membuktikan bahwa mahasiswa dengan manajemen waktu yang efektif memiliki prestasi akademik yang lebih baik dengan IPK lebih tinggi dan tingkat stres yang lebih rendah.
Mulailah dari sekarang untuk mengubah kebiasaan menunda menjadi kebiasaan produktif. Ingat, perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Tugas yang kamu tunda mungkin tidak sesulit yang kamu bayangkan jika mulai dikerjakan dari sekarang!!
Anggari, D. P., Suroso, & Anggela, F. P. 2025. Pengaruh Manajemen Waktu Dan Motivasi Kuliah Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Manajemen 2021 Universitas Buana Perjuangan Karawang. Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ).
Marpaung, A. N., & Lumbanbatu, M. J. 2025. Efektivitas Manajemen Waktu dalam Meningkatkan Disiplin Absen dan Prestasi Belajar Mahasiswa di Prodi Komputerisasi Akuntansi. Jurnal Media Informatika. Vol6(2): 789-792.
Rohmatun. 2021. Prokrastinasi Akademik dan Faktor yang Mempengaruhinya. PSISULA: Prosiding Berkala Psikologi. 3: 94-109.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































