KERETAK, Bangka Tengah – Warga Desa Keretak menggelar tradisi *ruah kubur* sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada keluarga yang telah meninggal dunia. Tradisi ini rutin dilakukan dan masih dijaga oleh masyarakat hingga sekarang.
Kegiatan *ruah kubur* dilaksanakan di pemakaman umum Desa Keretak, Kabupaten Bangka Tengah. Warga datang sejak pagi hari bersama keluarga untuk membersihkan makam, menabur bunga, serta membaca doa dan tahlil secara bersama-sama, ujar sevti (warga keretak).
Tradisi ini dilakukan menjelang waktu-waktu tertentu yang dianggap penuh makna oleh masyarakat, seperti menjelang Ramadan. Selain mendoakan ahli kubur, ruah kubur juga menjadi momen bagi warga untuk berkumpul dan mempererat silaturahmi.
Menurut tokoh masyarakat setempat, *ruah kubur* merupakan warisan budaya yang mengandung nilai keagamaan dan sosial. Melalui tradisi ini, masyarakat diajak untuk selalu mengingat kematian, menghormati leluhur, dan menjaga kebersamaan antarwarga.
Pelaksanaan *ruah kubur* berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Warga berharap tradisi ini tetap lestari dan terus dilaksanakan oleh generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Keretak.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































