KOTA KEDIRI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui rilis resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Kota Kediri dan sekitarnya. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dalam periode 31 Maret hingga 4 April 2026, menyusul prediksi adanya hujan lebat disertai angin kencang yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
Dalam press release yang diterima, disebutkan sejumlah potensi cuaca ekstrem yang perlu diantisipasi, di antaranya hujan sedang hingga lebat, banjir dan banjir genangan, tanah longsor di daerah rawan, serta angin kencang yang bahkan bisa berkembang menjadi puting beliung dan hujan es. Kondisi ini diprediksi terjadi akibat beberapa faktor atmosfer yang tengah aktif.
BMKG mengidentifikasi setidaknya tiga penyebab utama cuaca ekstrem di Kota Kediri dalam pekan terakhir Maret hingga awal April ini. Pertama, peralihan musim atau pancaroba, di mana suhu udara yang labil memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Kedua, adanya fenomena gelombang Rossby dan Kelvin, yang berkontribusi terhadap peningkatan kelembaban serta suplai uap air di atmosfer. Ketiga, pengaruh sirkulasi tropis seperti siklon Narelle yang turut mempengaruhi pola angin dan distribusi curah hujan di wilayah Jawa Timur bagian selatan.
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah mitigasi. Beberapa himbauan yang disampaikan antara lain: (1) Menghindari berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon besar, mengingat angin kencang dan pohon lapuk berisiko tumbang; (2) Memantau dan membersihkan saluran air di sekitar lingkungan untuk mencegah banjir genangan; (3) Meningkatkan kewaspadaan di daerah rawan longsor, terutama bagi warga yang bermukim di lereng atau bantaran sungai, dan; (4)
Memantau terus prakiraan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG maupun media informasi terpercaya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, dalam keterangan terpisah, menyatakan pihaknya telah menyiagakan personel dan peralatan untuk merespon cepat potensi bencana. Ia juga mengingatkan warga untuk segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda bahaya, seperti pohon rawan tumbang atau tanggul yang mulai rapuh.
“Kami koordinasikan dengan dinas terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk memastikan saluran drainase berfungsi optimal. Masyarakat juga kami imbau tidak panik namun tetap waspada, terutama saat hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah wilayah di Kota Kediri mulai terlihat mendung tebal pada sore hari, menandakan potensi hujan lebat dalam waktu dekat. Warga diimbau untuk menyiapkan payung atau jas hujan, serta mengamankan barang-barang berharga dari kemungkinan genangan air.
BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem dalam masa peralihan musim seperti ini kerap terjadi dengan intensitas yang tidak merata. Masyarakat diimbau tetap tenang namun siaga, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya.
—
(Ardi Tri Yuwono)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































