Pada era yang maju ini, rasa kebersamaan atau kepedulian terhadap orang sekitar kita sering kali mengalami penurunan. Namun, sebagai muslim yang taat yang berpegang teguh pada Al-Qur’an kita dapat mengimplementasikan teologi yang terdapat pada surat Al-Ma’un tentang membantu sesama manusia. Pemberdayaan kaum dhuafa inilah salah satu wujud nyata dari terapan Al-Ma’un seperti yang mahasiswa Fakultas Farmasi UHAMKA lakukan pada pasangan lanjut usia, Bapak Janidin (70 tahun) dan Ibu Wanida (60 tahun) yang hanya mengharapkan dari warung makan kecil untuk dapat bertahan hidup. Kegiatan yang dilakukan oleh Siti Nur Halisa, Sumaya Auliya, dan Ferdy Rajeev Ali ini berlangsung di Duren Sawit, Jakarta Timur pada sebuah pasangan suami istri di sebuah kontrakan sederhana yang juga merangkap sebagai warung kecil makan, mengharapkan penghasilan yang tidak seberapa untuk menutupi semua kebutuhan hidup.
Kegiatan pemberdayaan kaum dhuafa ini dilaporkan berlangsung terencana dan lancar dari awal kegiatan hingga akhir. Rangkaian kegiatan pemberdayaan tersebut diawali dengan mahasiswa melakukan survey terlebih dahulu dan melakukan wawancara pada tanggal 28 Oktober 2025. Dalam tahap ini, para mahasiswa menggali informasi terkait kondisi ekonomi, kebutuhan sehari-hari serta kendala yang kerap dihadapi pasangan tersebut dalam menjalankan warung makan usaha mereka. Dalam percakapan singkat, Ibu Wanida mengucapkan tersimakasih dan rasa syukurnya serta mengeluh terkait keterbatasan modal dan kenaikan bahan pangan pokok. Pengumpulan dana pun dilakukan dengan membuka donasi sebagai bentuk usaha dengan prinsip adil dan amanah. Prinsip tersebut sangat penting untuk menjaga keberkahaan dan juga kepercayaan para penyumbang bahwa bantuan yang diberikan benar-benar tersampaikan pada yang membutuhkan.
Donasi yang terkumpul adalah sebagai wujud kepedulian sekitar akan orang yang membutuhkan. Donasi ini disalurkan pada tanggal 17 Desember 2025 dalam bentuk bahan pangan pokok yang dapat menunjang kelangsungan hidup sehari-hari untuk Bapak Janidin dan Ibu Wanida. Kegiatan ini juga harus mengimplementasikan pemberdayaan sebagai wujud nyata agar keluarga dhuafa dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. Bentuk pemberdayaan yang mahasiswa lakukan dengan menguatkan warung makan kecil tersebut agar penghasilan sehari-hari dapat lebih tinggi dari sebelumnya. Warung makan milik Bapak Janidin dan Bu Wanida diberikan sokongan bentuk bahan makanan mentah, minyak, telur dan juga berbagai jenis minuman sachet untuk menambah penghasilan dari warung makan kecil ini. Malam Desember penghujung tahun itu menjadi saksi sebuah kegiatan kemanusiaan yang mengharukan dan emosional ketika kepedulian hadir dan bantuan yang disalurkan membawa harapan baru bagi Bapak Janidin dan Ibu Wanida.
Pada kegiatan ini dapat belajar bahwa pemberdayaan bukan hanya uluran tangan sesaat tetapi jembatan menuju kemandirian yang dapat menumbuhkan kekuatan agar tetap mampu berdiri di esok hari. Pemberdayaan kaum dhuafa ini juga sebagai tali yang mengikat rasa kemanusiaan. Dengan kegiatan ini, Bapak Janidin dan Ibu Wanida kini mulai melangkah ke tengah peluang yang lebih besar. Bapak Janidin mengucapkan terimakasih dan juga apresiasi terhadap kegiatan pemberdayaan kaum dhuafa yang mahasiswa UHAMKA lakukan. “Saya banyak terimakasih kepada adek-adek mahasiswa, semoga diberikan kelancaran semua mahasiswa-mahasiswinya” ucap Bapak Janidin dengan penuh rasa haru.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































