Banyuwangi, 6 Maret 2026 – Di tengah kuatnya tradisi mistis suku Osing, nama Ki Djagat mulai dikenal luas sebagai salah satu paranormal yang fokus pada layanan pelet dan pelarisan usaha. Berasal dari keluarga sederhana di Banyuwangi, Ki Djagat telah menekuni dunia spiritual selama 11 tahun dan kini menjadi rujukan banyak orang yang datang dengan beragam persoalan hati dan ekonomi.
Sejak muda, Ki Djagat mengaku sudah akrab dengan doa-doa, laku tirakat, dan ritual yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Osing. Ketertarikannya pada dunia batin bermula dari kebiasaannya mengikuti para sesepuh ketika ada ritual adat atau pengobatan tradisional. Dari situlah, ia mulai belajar membaca tanda-tanda, memahami energi, dan menjaga etika dalam menggunakan ilmu.“Menjadi paranormal bukan soal mencari kekuasaan, tapi amanah. Setiap doa dan ritual harus dipertanggungjawabkan, baik kepada manusia maupun kepada Tuhan,” demikian prinsip yang dipegang Ki Djagat dalam menjalankan praktiknya.
Selama lebih dari satu dekade, Ki Djagat dikenal menawarkan dua layanan utama: pelet pengasihan dan pelarisan. Pelet biasa diminta oleh mereka yang mengalami masalah asmara, rumah tangga kurang harmonis, atau sulit mendapatkan pasangan. Sementara pelarisan ditujukan bagi pemilik usaha yang merasa rezekinya tersendat dan membutuhkan dorongan agar dagangan lebih laris serta usaha kembali ramai.
Meski berakar pada tradisi mistis suku Osing yang lekat dengan santet dan ilmu pengasihan, Ki Djagat menegaskan bahwa dirinya hanya mengamalkan ilmu yang menurutnya tidak melanggar norma dan tidak merugikan pihak lain. Ia mengedepankan syarat-syarat yang lebih bersifat spiritual, seperti puasa, sedekah, serta memperbaiki perilaku dan niat kliennya.
“Ilmu tanpa adab hanya akan membawa petaka. Klien yang datang saya ingatkan dulu: jangan jadikan pelet dan pelarisan sebagai jalan pintas untuk menzalimi orang lain,” tegasnya.
Perjalanan 11 tahun menjadi paranormal bukan tanpa tantangan. Ki Djagat kerap menghadapi cibiran, dianggap menyesatkan, hingga dicurigai semata-mata mencari keuntungan. Namun, dukungan dari orang-orang yang merasa terbantu membuatnya tetap bertahan dan terus memperdalam kemampuan spiritualnya.
Kini, di tengah gempuran modernisasi dan teknologi, sosok Ki Djagat menjadi potret bagaimana budaya lokal dan kepercayaan tradisional masih hidup dan bertahan di Banyuwangi. Bagi sebagian masyarakat, keberadaan paranormal seperti dirinya bukan hanya persoalan mistik, tetapi juga bagian dari warisan budaya, identitas suku Osing, sekaligus ruang harapan bagi mereka yang mencari jalan keluar atas masalah yang tak mampu mereka selesaikan sendiri.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































